Cara Produksi Antibodi Pada Manusia

https://www.infokeperawatan.comSel B dan immunoglobulin

Sel B atau limfosit B diprogram untuk memproduksi satu antibody yang spesifik. Kalau sebuah sel B menemukan sebuah antigen spesifik, sel tersebut akan menstimulasi produksi sel-sel plasma.

Sel-sel plasma merupakan tempat produksi antibody. Respons mekanisme ini terhadap sebuah antigen berupa pelimpahan keluar antibody dengan tujuan untuk menghancurkan dan menghilangkan antigen.

Antibody yang dibentuk oleh limfosit dan sel plasma sebagai respons terhadap suatu stimulus imunogenik merupakan sekelompok protein yang dinamakan immunoglobulin.

Immunoglobulin ini dapat ditemukan dalam kelenjar limfe (nodus limfatikus), tonsil, apendiks dan plak peyer pada traktus intenstinalis atau beredar dalam darah serta cairan limfe.

Kelas-kelas immunoglobulin

Ada lima kelas immunoglobulin yang diberi symbol sebagai berikut: IgE, IgD, IgG, IgM dan IgA. Antibody Kelas IgM, IgG dan IgA memiliki fungsi protektif yang sudah pasti dan terbentuk dengan baik. Fungsi ini mencakup netralisasi toksin serta virus, dan presipitasi, aglutinasi serta lisis bakteri dan bahan seluler asing lainnya.

Kadar IgE meninggi pada gangguan alergik dan sebagian infeksi parasit. Sel-sel yang memproduksi IgE terletak dalam mukosa respiratorius dan intestinal.

Dua atau lebih molekul IgE akan mengikatkan dirinya dengan allergen dan memicu sel-sel mast basofil untuk melepaskan histamine, serotonin, kinin, SRS-A (slow-re-acting substance of anaphylaxis) dan factor neutrofil. Semua mediator ini menimbulkan reaksi alergi kulit, asma dan hay fever.

Penggabungan antibody/antigen

Antibody bergabung dengan antigen melalui suatu cara yang sangat istimewa dan digambarkan seperti anak kunci yang pas dengan lubang kuncinya.

Antigen (anak kunci) hanya pas dengan antibody (lubang kunci) tertentu; dengan demikian, istilah spesifisitas dikaitkan dengan reaksi spesifik sebuah antibody terhadap sebuah antigen. Ada banyak variasi dan kompleksitas pada pola ini.

Molekul antibody bersifat bivalen, yaitu memiliki dua tempat penggabungan. Karena sifatnya inilah, antibody mudah membentuk ikatan silang antara dua kelompok antigen yang menyebabkan kedua kelompok tersebut mengumpal (aglutinasi).

Melalui kerja ini, penyerang atau invader asing akan dibersihkan dari dalam darah. Aglutinasi merupakan cara untuk menentukan golongan darah dalam laboratorium.