Cara Penggunaan Instrument Oftalmoskop pada Pasien

https://www.infokeperawatan.comBagian mata dalam dinamakan fundus dan meliputi retina, diskus optikus, macula dan pembuluh darah retina. Dapat dilihat melalui oftalmoskop, suatu instrument yang dipergunakan dengan cara dipegang dengan memproyeksikan cahaya melalui prisma dan membelokkan cahaya dengan sudut 90 derajat, memungkinkan pemeriksa melihat retina.

Oftalmoskop direk memiliki beberapa lensa yang tersusun pada roda. Lensa dapat dipilih dengan memutar roda dengan telunjuk tanpa menghentikan inspeksi. Aperture tanpa filter yang kecil sudah cukup dan paling berguna pada oftalmoskop standar.

Oftalmoskopi indirek melibatkan penggunaan skop  binokuler dengan pencahayaan terang , yang memungkinkan pengintipan fundus okuli yang lebih luas.

Untuk mencegah konfrontasi hidung, mata kanan pasien diperiksa oleh mata kanan pemeriksa dan mata kiri pasien oleh mata kiri pemeriksa. Ruang harus digelapkan untuk melebarkan dilatasi pupil.

Pasien diminta menahan mata tetap diam dan memfokuskan pada satu benda nyata atau khayal. Oftalmoskop digenggam dengan erat, dengan telunjuk terletak pada roda lensa.

Kepala oftalmoskop didekatkan dalam sudut yang terbentuk antara alis dan hidung. Lensa yang dipilih untuk pemeriksaan awal adalah yang bertanda nol kecuali pemeriksa telah mengetahui koreksi tajam penglihatannya sendiri.

Pemeriksa yang mengenakan lensa koreksi bisa tetap menggunakan oftalmoskop dengan tetap memakai lensa dan menggunakan pengetesan lensa oftalmoskop nol.

Bila pasien mempunyai penglihatan 20/20, dengan lensa nol pemeriksa dapat melihat retina secara focus. Lensa yang berlabel angka merah adalah untuk pasien hiperopia (pandangan jauh); lensa yang berlabel angka hitam untuk pasien myopia (pandangan dekat).

Dengan pasien memandang kekejauhan, dan dengan oftalmoskop diposisikan dengan benar dalam ayunan bola mata pemeriksa, pemeriksa mendekati pasien, berdiri sekitar 37,5 cm dan sekitar 15 derajat ke sisi pandangan pasien.

Ketika cahaya difokuskan ke pupil, retina akan berpendar merah (atau jingga) melalui lubang pupil yang dilatasi. Dikenal sebagai reflex merah . (reflex merah dapat Nampak pada beberapa foto ketika lampu kilat kamera memantul pada retina).

Kemudian periksa bergerak mendekati pasien. Meletakkan tanganpada dahi pasien, pemeriksa meletakkan tanggannya pada kepala dan memfokuskan melalui oftalmoskop. Retina harus terfokus, dan venula dan arteriola yang berjalan melaluinya Nampak jelas.

Ketika menjelajahi permukaan retina, pemeriksa perlu memegang skop dengan erat, menggerakkan kepala dan bukan alatnya.

Pemeriksaan fundus meliputi evaluasi diskus optikus, pembuluh darah retina, karakteristik retina, area macula, dan humor vitreus: diskus, melihat bentuk mangkuk fisiologis dan proporsi ukurannya; pembuluh darah: melihat ukuran, distribusi, penyilangan, dan warna pantulan; fundus retina: melihat warna umum dan perdarahan, cairan dan perlengketannya; macula dan fovea sentralis, melihat warna (merah gelap) dan pantulan sentral.

Humor vitreus dapat berkabut dan mengandung larva, benda asing, struktur okuler lain, seperti fragmen lensa dan retina, dan bercak. Semua ini dapat mengganggu transmisi simpuls visual atau kemampuan untuk melihat retina dengan jelas.