Cara Pencegahan Penularan HIV

https://www.infokeperawatan.comSebelum ditemukan vaksin yang efektif, pencegahan penularan HIV dengan cara menghilangkan atau mengurangi perilaku berisiko merupakan tindakan yang sangat penting.

Upaya pencegahan primer melalui program pendidikan yang efektif amat penting untuk pengendalian dan pencegahan.

Penyakit AIDS tidak ditularkan lewat kontak secara kebetulan. Bukti epidemiologi menunjukkan bahwa penyakit AIDS hanya ditularkan melalui hubungan seks yang intim, pajanan parenteral dengan darah atau produk darah dan penularan perinatal dari ibu kepada bayi yang dikandungnya.

Penelitian terhadap kontak nonseksual pasien AIDS dalam rumah tangga disamping kontak nonseksual antar individu yang umumnya terjadi di tempat kerja tidak memperlihatkan peningkatan risiko penularan AIDS lewat kontak tersebut.

Bagi kepentingan kesehatan masyarakat, CDC dan Ikatan dokter di Amerika Serikat telah mempublikasikan beberapa rekomendasi untuk mencegah penularan HIV.

Pedoman ini berlaku bagi semua petugas kesehatan dalam segala situasi di samping bagi keluarga  dan teman penderita yang melaksanakan perawatan di rumah.

Pedoman yang berjudul “Universal Blood and Body Fluid Precautions” dimaksudkan untuk mencegah pajanan (kontak) parenteral, membrane mukosa dan kulit yang tidak utuh dari petugas kesehatan terhadap mikroorganisme pathogen dari semua penderita tanpa mempedulikan status HIV mereka.

Meskipun HIV pernah diisolasi dari semua tipe cairan tubuh, namun resiko penularan pada petugas kesehatan dari feses, secret hidung, sputum, keringat, air susu ibu, air mata, urin dan muntahan adalah lebih kecil, kecuali jika cairan tubuh ini mengandung darah yang nyata.

CDC menganjurkan agar tindakan kewaspadaan universal diterapkan pada darah; cairan serebrospinal, synovial, pleural, peritoneal, pericardial, amnion dan vaginal; dan semen.

Dalam keadaan darurat, ketika tipe-tipe cairan tersebut sulit dibedakan, semua cairan tubuh harus dianggap berpotensi membahayakan kesehatan.

System isolasi lainnya, yaitu Body Substance Isolation System (system pengisolasian Substansi Tubuh), digunakan oleh beberapa lembaga di Amerika Serikat sebagai pilihan alternative untuk Universal Blood and Body Fluid Precautions (Tindakan Penjagaan Universal untuk Darah dan Cairan Tubuh).

System ini menawarkan strategi pengisolasian yang lebih luas untuk mengurangi resiko penularan penyakit kepada pasien serta petugas kesehatan, dan membuat petugas kesehatan tidak perlu mengenali jenis cairan tubuh.