Cara Meningkatkat Kebiasaan Defekasi yang Lazim

https://www.infokeperawatan.comPola defekasi pasien harus dinilai untuk mendeteksi diare. Perawat harus memantau frekuensi defekasi serta konsistensi feses dan melaporkan rasa sakit atau kram pada perut yang berkaitan dengan defekasi.

Factor-faktor yang membuat diare yang frekuen kembali kambuh kembali harus pula dinilai. Kuantitas dan volume feses cair diukur untuk mencatatat kehilangan volume cairan. Kultur feses dilakukan untuk mengidentifikasi mikroorgaisme pathogen penyebab diare.

Konseling mengenai cara-cara mengurangi diare perlu dilakukan pada pasien. Dokter dapat merekomendasikan pembatasan asupan oral untuk mengistirahatkan usus selama periode inflamasi akut yang berkaitan dengan infeksi usus yang berat.

Dengan ditingkatkannya asupan makanan, jenis-jenis makanan yang merangsang usus seperti buah serta sayuran mentah, jagung bakar, minuman bersoda, makanan pedas dan makanan dengan suhu ekstrem perlu dihindari.

Dengan porsi kecil tetapi sering akan membantu mencegah distensi abdomen. Dokter dapat meresepkan dapat meresepkan obat-obat antikolinergik, antipasmodik atau opioid yang mengurangi diare dengan menurunkan motilitas dan spasme usus; pemberian obat antidiare dengan jadwal yang teratur mungkin lebih efektif dari pada pemberian kalau perlu.

Preparat antibiotic dan antifungal dapat pula diresepkan untuk melawan kuman-kuman pathogen yang ditemukan lewat pemeriksaan kultur feses.