Cara Memperbaiki Proses Berfikir Pasien dalam Keperawatan

https://www.infokeperawatan.comPemeriksaan pasien dilakukan pula untuk menilai perubahan pada status mental yang mungkin berhubungan dengan gangguan neurologis, abnormalitas metabolisme, infeksi, efek samping pengobatan dan/ atau mekanisme untuk mengatasi persoalan.

Status mental harus dinilai sedini mungkin untuk memberikan data dasar bagi keperluan pemantauan perubahan perilaku. Manifestasi gangguan neurologis mungkin sulit dibedakan dengan reaksi psikologis terhadap infeksi HIV, seperti rasa marah dan depresi.

Pasien dan keluarganya harus dibantu untuk memahami dan mengatasi semua perubahan yang terjadi dalam proses berfikir. Pasien dapat memerlukan orientasi ulang terhadap orang, tempat dan waktu jika diperlukan; biasanya didekat pasien harus disediakan kalender dan jam yang mudah dilihat.

Jika pasien dirawat dirumah sakit, keluaraga dan teman pasien dianjurkan agar membawa barang-barang yang disenangi pasien guna menciptakan lingkungan yang akrab dirumah sakit dan mengurangi suasana rumah sakit yang mengancam.

Semua instruksi yang disampaikan kepada pasien harus dengan bahasa yang sederhana dan jelas. Tindakan untuk melindungi pasien terhadap cedera harus dilakukan; tindakan tersebut dapat mencakup penempatan lonceng atau tombol pemanggil yang mudah dijangkau, pemasangan rel penghalang disamping tempat tidur, pengaturan tempat tidur pada posisi yang rendah, penyampaian instruksi agar pasien mengenakan sepatu dan sandal dengan sol antiselip, dan pengawasan pasien pada saat mencukur.

Strategi untuk memperbaiki atau mempertahankan kemampuan fungsionalnya dan memberikan lingkungan yang aman digunakan bagi pasien dengan ensefalopati HIV