Bayi Sering Bengkak Sampai Biru-biru? Awas Hemofilia

Bayi Sering Bengkak Sampai Biru-biru Awas HemofiliaHemofilia adalah penyakit keturunan, namun tidak mudah memperkirakan anak siapa yang bakal mengidapnya. Waspadai saja jika anak bayi mulai belajar merangkak lalu sering bengkak sampai biru-biru, bisa jadi itu adalah gejala hemofilia.

Hemofilia adalah kelainan darah yang membuatnya sulit menggumpal ketika terjadi luka baik di permukaan maupun di dalam tubuh. Meski diturunkan, penyakit ini umumnya tidak langsung ketahuan sejak masih bayi terutama jika di keluarganya tidak punya riwayat penyakit tersebut.

“Hemofilia yang ketahuan ketika saat masih kecil biasanya malah berat. Ini ketahuan ketika anak mulai belajar merangkak,” kata Prof dr Djajiman Gatot, SpA(K), ketua Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) dalam jumpa pers di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana.

Saat belajar merangkak, anak-anak yang mengidap hemofilia sering mengalami bengkak-bengkak di persendian. Bengkak yang biasanya berwarna kebiruan itu terjadi karena siku dan lututnya mengalami benturan, lalu perdarahan di bawah permukaan kulit susah berhenti.

Jika hal ini sering terjadi, maka sebaiknya anak tersebut diperiksakan karena ada kemungkinan mengidap hemofilia. Jika dibiarkan terus menerus, perdarahan yang terlalu sering bisa memicu kerusakan parah yang bersifat permanen pada persendian.

Kadang-kadang, gejala seperti itu baru muncul ketika sudah agak besar ketika anak mulai senang berlari-lari lalu terjatuh. Apabila sering bengkak sampai kebiruan, atau bahkan mengalami perdarahan yang susah dihentikan maka perlu diwaspadai kemungkinan hemofilia.

Sayangnya hingga saat ini hemofilia sulit diprediksi. Meski merupakan penyakit keturunan, tidak semua orang tahu bahwa dirinya membawa kelainan kromosom X yang bisa menyebabkan hemofilia pada anak ketika menikah dengan sesama carrier atau pembawa sifat hemofilia.

Menghindari penikahan sedarah adalah salah satu upaya untuk menghindari risiko bertemunya sesama pembawa sifat hemofilia. Namun itu juga tidak menjamin 100 persen, sebab oran gtidka mungkin memilih pasangan dari garis keturunan yang benar-benar bebas dari sifat hemofilia.

Sebaliknya ketika seesorang postif mengidap hemofilia, bukan berarti anaknya pasti akan mengidap penyakit yang sama. Apabila seorang laki-laki mengidap hemofilia, maka semua anak laki-lakinya dipastikan sehat asalkan istrinya bukan pembawa sifat hemofilia.