Balutan Basah Untuk Gangguan Kulit

https://www.infokeperawatan.comBalutan basah (kompres basah pada kulit) biasanya dilakukan untuk lesi inflamasi  yang akut dan mengeluarkan sekret. Kompres tersebut biasanya steril atau nonsteril (bersih) menurut keadaannya.  Kompres basah akan:

1. Mengurangi inflamasi dengan menimbulkan konstriksi pembuluh darah (sehingga mengurangi vasodilitasi dan aliran darah setempat pada daerah inflamasi);

2. Membersihkan kulit dari eksudat, krusdat dan skuama;

3. Mempertahankan drainase pada daerah yang terinfeksi dan

4. Meningkatkan proses kesembuhan dengan memfasilitasi gerakan bebas

Sel-sel epidermis lewat kulit yang sakit sehingga terbentuk jaringan granulasi yang baru. Kompres basah dilakukan untuk kelainan kulit yang bersifat vesikuler, bulosa, pustuler dan ulseratif disamping untuk berbagai kelainan inflamsi.

Sebelum kasa untuk dikompres ditempelakan, kedua belah tangan perawat dicuci dahulu dan sarung tangan yang steril atau bersih dikenakan.

Kompres basah umumnya mengandung air ledeng yang bersih atau larutan saling dengan suhu kamar. Preparat lain yang digunakan adalah larutan perak nitrat, almunium asetat (larutan burowi), kalium permanganat, asam asetat 5% dan natrium hipoklorit (larutan dakin).

Meskipun sebagian kompres basah harus ditutupi untuk mencegah evaporasi, kebanyakan kompres ini dibiarkan terbuka terhadap udara.

Kompres terbuka memerlukan penggantian yang sering karena evaporasi berlangsung sangat cepat.

Kompres tertutup lebih jarang diganti. Namun demikian, bahaya selalu ada karena bentuk kompres ini bukan hanya melunakan tetapi juga dapat menimbulkan maserasi pada kulit yang ditutupi.

Kompres basah hingga kering dilakukan untuk menghilangkan eksudat dari luka erosi atau ulkus. Kasa dibiarkan pada tempatnya sampai kasa tersebut kering.

Kemudian kasa dilepaskan tanpa dibasahi terlebih dahulu agar krusta,eksudat atau pus dari lesi kulit tetap melekat pada kasa tersebut dan terlepas bersama dengannya.