Asuhan Keperawatan Polimialgia Reumatika

https://www.infokeperawatan.comPatofisiologi

Penyebab polimialgia reumatika tidak diketahui. Penyakit ini terutama terdapat di antara orang kulit putih (Kaukasia)—yang sering terjadi pada sanak saudara derajat pertama—dan penanda genetik (HLA-DR4) yang menyertainya menunjukkan adanya predisposisi familial. Endapan imunoglobulin dalam dinding arteri temporalis yang mengalami inflamasi juga menunjukkan suatu proses autoimun.

Manifestasi Klinis

Polimialgia reumatika ditandai oleh gangguan rasa nyaman yang hebat pada otot-otot proksimal dengan serta pembengkakan ringan pada  sendi. Keluhan rasa pegal yang hebat pada oto-otot leher, bahu dan pelvis sering terjadi.

Kekakuan merupkan gejala yang paling sering ditemukan pada pagi hari dan sesudah periode tanpa aktivitas. Gejala sistemiknya mencakup demam ringan, penurunan berat badan, malaise, anoreksia dan depresi.

Karena polimialgia reumatika umumnya menyerang orang yang berusia 50 tahun atau lebih, penyakit ini dapat dikelirukan dengan atau dikira sebagai akibat dari proses penuaan yang tidak terelakkan.

Arteritis sel raksasa kadang-kadang menyertai polimialgia reumatika dan dapat menyebabkan sakit kepala, perubahan penglihatan serta klaudikasio rahang.

Gejala ini harus segera diikuti karena berpotensi untuk menimbulkan kehilangan penghilatan yang mendadak dan permanen. Kedua keadaan ini umumnya memiliki perjalanan yang sembuh sendiri dan berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Evaluasi Diagnostik

Diagnostik polimialgia reumatika sulit ditegakka karena kurangnya spesifisitas hasil tes. Laju endap darah yang sangat tinggi merupakan tes skrining tetapi tidak pasti.

Lebih besar kemungkinannya diagnosis dibuat dengan menyingkirkan diagnosis penyakit lain yang potensial dan penegakan diagnosis polimialgia reumatika sangat bergantung pada keterampilan serta pengalaman dokter yang mendiagnosisnya. Respons yang dramtis dan segera terhadap terapi kortikosteroid dianggap oleh sebagian dokter sebagai petanda diagnostik.

Penatalaksanaan

Polimialgia reumatika (tanpa arteritis sel raksasa) diobati dengan kortikosteroid dosis-sedang. Preparat NSAID kadang-kadang digunakan untuk penyakit yang ringan.

Bagi penderta arteritis sel raksasa, terapi yang segera dimulai dan kepatuhan yang ketat pada program kortikosteroid sangat penting untuk menghindari komplikasi kebutaan.

Pertimbangan Keperawatan.

Pengkajian keperawatan difokuskan pada nyeri tekan muskuloskeletal, kelemahan dan penurunan fungsi. Perhatian yang cermat harus ditujukan paada pengkajian kepala  (penglihatan, sakit kepala dan klaudikasio rahang).

Asuhan keperawatan bagi penderita polimialgia reumatika dilaksanakan berdasarkan rencana asuhan dasar bagi penderita penyakit reumatik.

Masalah yang paling sering ditemukan pada penderita polimialgia reumatika adalah rasa nyeri dan tidak memadainya pengetahuan tentang program pengobatan.