Asuhan Keperawatan Cara Mencegah Infeksi

https://www.infokeperawatan.comKepada pasien dan orang yang merawatnya diminta untuk memantau tanda-tanda serta gejala infeksi. Tanda-tanda ini mencakup gejala demam/panas, menggigil, keringat malam batuk dengan atau tanpa produksi sputum, napas yang pendek, kesulitan bernapas, rasa sakit pada mulut atau kesulitan menelan, bercak-bercak putih dalam rongga mulut, penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, kelenjar limfe yang membengkak, mual, muntah, diare persisten, sering berkemih, sulit untuk mulai dan nyeri saat berkemih, sakit kepala, perubahan visual dan penurunan daya ingat, kemerahan, pembengkakan atau pengeluaran secret dari luka pada kulit, dan lesi vaskuler pada wajah, bibir atau daerah perianal.

Perawat juga harus memantau hasil laboratorium yang menunjukkan infeksi, seperti hitung leukosit dan hitung jenis. Dokter dapat memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kultur specimen dari secret luka, lesi kulit, urin, feses, spuntum, mulut serta darah untuk mengidentifikasi mikroorganisme pathogen dan terapi anti mikroba yang paling tepat.

Penyuluhan pasien mencakup strategi untuk menghindari infeksi. Pentingnya hygiene perorangan harus ditekankan. Permukaan dapur dan kamar mandi harus dibersihkan secara teratur dengan larutan disinfektan  untuk mencegah pertumbuhan bakteri serta jamur.

Pasien yang dirumahnya terdapat hewan peliharaan memerlukan bantuan oerang lain untuk membersihkan tempat-tempat yang tercemar kotoran hewan tersebut, seperti sangkar burung dan tempat sampah.

Jika pekerjaan ini tidak mungkin dilakukan oleh orang lain, pasien harus menggunakan sarung tangan untuk membersihkannya.  Pasien juga harus dinasehati untuk menghindari kontak dengan orang lain yang sakit atau yang baru saja divaksinasi.

Penderita AIDS dan pasangan seksualnya diharuskan sekali untuk menghindari kontak dengan cairan tubuh pasangannya selama melakukan aktifitas seksual dan menggunakan kondom pada segala bentuk hubungan seks.

Pemakaian obat IV harus dilarang karena terdapatnya resiko infeksi bagi pasien dan penularan infeksi HIV kepada orang lain. Pasien yang sudah terinfeksi oleh virus HIV juga diharuskan untuk menghindari kontak dengan cairan tubuh (lewat aktivitas seksual atau pemakaian obat IV) agar tidak terjadi reinfeksi dengan strain HIV yang lain.

Pentingnya menghindari rokok dan mempertahankan keseimbangan antara diet, istrahat dan latihan juga harus ditekankan. Semua professional kesehatan harus selalu ingat tentang pentingnya teknik aseptic yang ketat ketika mengerjakan prosedur yang invasive serta pemasangan infuse serta kateter urin, dan selalu memperhatikan tindakan penjagaan universal dalam semua perawatan pasien.