Asuhan Keperawatan Gangguan Hipovolemia

Asuahan Keperawatan Gangguan Hipovolemia1. Definisi
Hipovolemia adalah penurunan volume sirkulasi darah akibat beberapa faktor seperti pendarahan, dehidrasi, luka bakar, antara lain. Darah pada orang dewasa berarti 7% volume tubuh, sekitar 5 liter dalam 70 kg dewasa, dan 8-9% volume tubuh anak-anak. Dan 13% dari cairan tubuh.

2. Etiologi
§ Makan kurang dari diet yang ditentukan.
§ Kelebihan dosis insulin pada pengidap diabetes dependen-insulin
§ Penggunaan sulfonilurea.
§ Puasa yang dikhususnya disertai olahraga.
§ Sesudah melahirkan.

Beberapa faktor yang memudahkan hipoglikemia pada DM yang mendapat pengobatan insulin/sulfonilurea adalah: pemasukan makanan yang terlambat atau menurun, kesalahan dosis obat, latihan jasmani, perubahan penyuntikan insulin(dari lengan kedinding perut).(Elisabet, 2002)

3. Patofisiologi
Pada waktu makan (absortive) cukup tersedia sumber energi yang diserap dari usus. Kelebihan energi tersebut akan disimpa sebagai makro molekul, karena itu fase ini dinamakan sebagai fase anabolik.hormin yang berperan adalah insulin. 60% dari glukosa yang diserap usus dengan penggaruh insulin akan disimpan dihati sebagai glikogen, sebagian lagi akan disimpan di jaringan lemak dan otot juga sebagai glikogen. Sebagian lain dari glukosa akan mengalami metabolisme anaerob maupun aerob untuk memperoleh energi yang digunakan selurauh jaringan tubuh trauma otak. Berbeda dengan jaringan lain otak tidak dapat menggunakan asam lemak bebas sebagai sumber energi.

Pada waktu sesudah makan atau puasa 5-6jam kadar glukosa darah mulai turun,keadaan ini menyebabkan retensi insulin juga menurun, sedangkan hormon kontralateral yaitu glikogen, epinefrin, kortisol dan hormon pertumbuhan meningkat. Terjadilah keadaan sebaliknya (katabolik) yaitu sintesis glikogen, protein dan trigliserida akan menurun sedangkan pemecahan zat-zat tersebut akan meningkat. Pada keadaan penurunan glukosa darah mendadak glukagon dan epinefrin yang berperan. Kedua hormon tersebut akan memacu glikogenolisis dan proteolisis diotot dan liposis di jaringan lemak. Dengan demikian tersedia bahan untuk glukoneogenesis yaitu asam amino terutama alanin, asam laktat, piruvat dan gliserol. Hormon kontra regulator yang lain berpengaruh sinergistik terhadap glukagon dan adrenalin tetapi perannya lambat.

Selama homeostasis glukosa tersebut diatas berjalan hipoglikemia tidak akan terjadi. Hipoglikemia terjadi karena ketidak mampuan hati memproduksi glukosa. Ketidak mampuan hati tersebut dapat disebabkan karena penurunan bahan pembentuk glukosa, penyakit hati atau ketidak seimbangan hormonal. Kenaikan penggunaan glukosa di perifer tidak menimbulkan hipoglikemia selama hati masih mampu mengimbangi dengan menambah produksi glukosa.

4. Tanda dan gejala
Tanda dan gejala hipoglikemia dapat dikelompokkan dalam:
– Hipoglikemia ringan: yang gejalanya seperti perspirasi, tremor, takikardi, palpatasi, kegelisahan dan rasa lapar.
– Hipoglikemia sedang : yang gejalanya seperti gangguan fungsi pada SSP

Mencakup: ketidak mampuan konsentrasi, sakit kepala, vertigo, konfusi, penurunan daya ingat, pati rasa didaerah bibir serta lidah, bicara pelo, gerakan tidak terkoordinasi, perubahan emosional.

– Hipoglikemia berat
gejala seperti: disorientasi, serangan kejang, sulit dibangunkan dari tidur atau bahakan kehilangan kesadaran.

Namun ada juga gejala-gejala hipoglikemia yang tidak has seperti:

* perubahan tingkah laku
* seranagnsinkop yang mendadak
* pusing oagi hari yang hilang dengan makan pagi
* keringat berlebihan waktu tidur malam
* bangun tengah makan untuk makan
* hemiplegia atau afasia sepintas
* angina pektoris tanpa kelainan arteri koronaria

5. Penatalaksanan

a. pemberian gula murni 30grm ( 2 sendok makan ), sirup atau makanan yang mengandung karbohidrat.

b. Pada keadaan koma, berikan larutan glukosa 40% IV sebanyak 10-25cc, setiap 10-20 menit sampai pasien sadar disertai infus dextrosa 10% 6 jam/kolf.

c. Bila belum teratasi, dapat diberikan antagonis insulin.

6. Diagnosa keperawatan

a. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan hipoglikemia

b. Perubahan sensori-perseptual berhubungan dengan glukosa

c. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Mual, Penurunan kesadaran, Pelepasan hormon stres

TIDAKAN KEPERAWATAN
a. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan hipoglikemia ditandai dengan:
§ keluar banyak keringat
§ mual
§ pusing
§ penurunan kesadaran
§ kelemahan
§ takikardia

Hasil yang diharapkan/kriteria evaluasi klien akan:
§ mendemonstrasikan hidrasi adekuat dibuktikan oleh tanda vital stabil, keadaan dalam batas normal, tonus otot baik.

Intervensi
– Pantau tanda-tanda vital
– Ukuran berat badan setiap hari
– Selimuti pasien dengan selimut tipis
– Berikan terapi cairan sesuai indikasi paling sedikit 2500 ml/hari: normal salin ilcv dekstrose
– Pasang/pertahankan kateter urin tetap terpasang

Rasional
– Hipoglikemia dapat dimanisfestasikan oleh takikardia
– Memberikan hasil pengkajian yang terbaik dari status cairan yang sedang berlangsung
– Menghindari pemanasan yang berlebihan terhadap pasien
– Mengembalikan cairan yang adekuat
– Memberikan pengukuran yang tepat/adekuat terhadap pengukuran haluran urin

b. Perubahan sensori-perseptual berhubungan dengan glukosa ditandai dengan:
– Penurunan kesadaran
– Kejang dan koma
– Sinkop
– Ketajaman mental menurun
– Pandangan kabur
– Hilangnya keterampilan motorik halus

Hasil yang diharapkan atau kriteria evaluasi klien akan:
– Mempertahankan tingkat mental biasanya
– Mengenali dan mengkompensasi adanya kerusakan sensori

Intervensi :
– Pantau tanda-tanda vital dan status mental
– Panggil pasien dengan nama, orientasikan terhadap tempat, orang tua, dan waktu
– Lindungi pasien dari cedera
– Berikan tempat tidur yang lembut. Pelihara kaki/tangan
– Pantau glukosa darah

Rasional :
– Sebagian mengetahui adanya abnormalitas.
– Membantu untuk mempertahankan kontak dengan realitas dan menurunkan realitas dan kebingungan
– Klien mengalami disorientasi merupakan awal kemungkinan timbulnya cedera
– Meningkatkan rasa nyaman dan menurunkan kerusakan kulit
– Ketidakseimbangan glukosa darah dapat menurunkan fungsi mental

c. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan:
– Mual
– Penurunan kesadaran,
– Pelepasan hormon stres

Ditandai dengan :
– Kelemahan
– Tonus otot buruk

Kriteria hasil :
– Mencerna jumlah kalori/nutrien yang tepat
– berat badan stabil
– Tonus otot baik

Intervensi :
– Timbang berat badan setiap hari
– Berikan makanan, cairan yang mengandung za gizi dan elektrolit
– Libatkan keluarga pasien pada perencanaan makan
– Berikan larutan glukosa, seperti dekstrose dan setengah salin normal
– Konsultasi dengan ahli die

Rasional :
– Mengkaji pemasukan makanan yang adekuat
– Pemberian makanan melalui oral, lebih baik jika pasien sadar
– Meningkatkan rasa keterlibatan untuk menghindari hipoglikemia
– Bermanfaat dalam perhitungan dan penyesuaian diet klien.