Ansietas Pada Pasien Luka Bakar

https://www.infokeperawatan.comNormalnya, pasien luka bakar dan keluarganya akan mengalami stress emosional dan ansietas yang hebat. Kendati demikian, tingkat ansietas yang tinggi pada pasien luka bakar fase darurat harus dihindari dengan dua alasan:

1. Ansietas akan meningkatkan rasa nyeri fisik dan psikologik yang berkaitan dengan luka bakar dan

2. Tingkat ansietas yang tinggi lebih lanjut akan meningkatkan stres fisiologik yang merugikan pasien. Pengkajian dengan penuh kewaspadaan terhadap dinamika keluarga, strategi koping dan tingkat ansietas dapat memfasilitasi penyusunan rencana intervensi yang disesuaikan menurut kebutuhan masing-masing.

Selama periode darurat, dukungan emosional dan penjelasan yang sederhana tentang prosesdur penanganan serta perawatan pasien harus diberikan. Namun, karena prioritas utama dalam periode ini adalah stabilisasi kondisi fisik pasien, maka intervensi psikososial merupakan tindakan yang terbatas dalam pemberian dukungan bagi pasien dan keluarganya untuk melewati fase inisial syok luka bakar.

Peredaan rasa nyeri yang adekuat akan membantu mengurangi tingkat ansietas dan meningkatkan kemampuan koping. Jika pasien tetap terlihat sangat cemas dan agitatif sesudah dilakukan intervensi psikologik, pemberian obat-obat anti ansietas dapat dipertimbangkan oleh tim medik yang merawat pasien.