Alopesia Androgenetik atau Kerontokan Rambut

https://www.infokeperawatan.comAlopesia atau kerontokan rambut, dapat terjadi akibat banyak keadaan seperti : infeksi kulit kepala, pemakaian obat pewarna rambut, penambahan usia, pemakaian obat-obatan dan perubahan kadar hormon androgen.

Alopesia androgenetik dapat terjadi pada laki-laki dan wanita. Meskipun kebotakan pola laki-laki lebih lazim dijumpai, wanita dapat pula mengalami kerontokan rambut dengan pola yang sama.

Karena rambut merupakan bagian tubuh yang sangat visibel dan menjadi bagian dari citra tubuh serta harga diri seseorang, kerontokan rambut dapat menimbulkan permasalahan emosional dan sosial yang cukup serius bagi laki-laki maupun perempuan.

Manifestasi Klinis

Alopesia androgenetik pria kerap kali ditemukan pertama kalinya sesudah pubertas ketika terjadi perubahan kadar androgen.

Kerontokan rambut padamulanya terlihat sebagai “garis rambut yang surut” didaerah bitemporal pada laki-laki berkulit putih yang berusia antara 20 dan 50 tahun.

Keadaan ini mungkin merupakan akhir kerontokan rambut atau tetap berlanjut secara progresif. Kalau kerontokan rambut mulai terjdi pada usia 20-an tahun, tampaknya peristiwa ini merupakan kerontokan yang lebih progresif dan intensif.

Kerontokan rambut dapat meluas sampai pada keseluruhan verteks kulit kepala. Ada beberapa perbedaan kultural dalam pola kerontokan rambut pria: orang Asing serta penduduk pribumi Amerika umumnya tidak mengalami kerontokan pada garis frontal dan biasanya kerontokan rambut terjadi pada usia yang lebih lanjut. Populasi Afro- amerika cenderung tidak begitu mengalami kebotakan dibandingkan laki-lakidari ras yang lain.

Wanita dengan alopesia androgenetik mulai melihat kerontokan rambutnya dalam dekade usia ketiga dan keempat. Penyurutan garis rambut bitemporal serupa dengan yang ditemukan pada kaum laki-laki, tetapi umumnya terlihat lebih menonjol.

Wanita terlihat mengalami kerontokan rambut yang difus dan mengenai seluruh kulit kepala. Pada alopesia androgenetik pria maupun wanita akan terdapat riwayat keluarga kebotakan pola-pria diantara sanak saudara derajat pertama.