Intervensi keperawatan

Intervensi Keperawatan Dalam Meningkatkan Aktivitas Pasien Luka Bakar

Oleh: | 11/12/2014 | Kategori: Asuhan Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com/

Meningkatkan Toleransi terhadap Aktivitas. Intervensi keperawatan yang harus dilaksanakan menurut program perawatan yang ketat dan rasa nyeri yang menyertai gerakan akan membawa dampaknya pada pasien luka bakar. Pasien dapat mengalami kebingungan serta disorientasi , dan kekurangan energy untuk turut berpartisipasi secara optimal dalam perawatan. Perawat harus menjadwalkan asuhan keperawatannya sedemikian rupa sehingga setiap pasien luka […]

Intervensi Keperawatan Pada Kasus Luka Bakar

Oleh: | 17/10/2014 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Meningkatkan Pertukaran Gas dan Bersihan Saluran Napas. Pemeriksaan untuk mengkaji pertukaran gas yang adekuat dan bersihan saluran napas merupakan aktivitas keperawatan yang esensial. Frekuensi, kualitas dan dalamnya respirasi harus dicatat. Paru-paru diauskultasi untuk mendeteksi suara tambahan (abnormal). Disamping pengkajian keperawatan terhadap status respirasi, oksimeter denyut nadi dapat digunakan untuk memantau kadar oksigen dalam darah arterial. […]

Memperbaiki Konsep Diri dan Meningkatkan Koping Keluarga Pasien Pembedahan Rekonstruksi

Oleh: | 08/09/2014 | Kategori: Keperawatan Medikal Bedah
http://www.infokeperawatan.com

Memperbaiki Konsep Diri Keberhasilan dalam rehabilitasi pasien yang menjalani pembedahan rekonstruksi tergantung pada hubungan antara pasien dan perawat, dokter serta petugas kesehatan lainnya. Sikap saling percaya, saling menghormati dan jalur komunikasi yang jelas merupakan unsur-unsur esensial. Perawatan yang tidak bergegas akan memberikan rasa tentram dan dukungan secara emosional kepada pasien. Kerapkali jenis kasa pembalut yang […]

Mempertahankan Fungsi Paru Pasien Rekonstruksi Fasial

Oleh: | 05/09/2014 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Mempertahankan Fungsi Paru dan Saluran Napas. Masalah pascabedah yang timbul segera sesudah rekonstruksi fasial adalah pemeliharaan saluran napas yang adekuat. Jika pasien sudah sadar kembali, kekacauan mental dengan perilaku agitatif dan cemas merupakan tanda anoksia (berkurangnya suplai oksigen pada jaringan). Preparat sedatif atau opioid tidak boleh diberikan pada keadaan ini karena dapat oksigenasi. Bila pasien […]

Intervensi Keperawatan Pasien Akne

Oleh: | 04/06/2014 | Kategori: Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Kepada pasien harus diberitahukan untuk menggunakan produk pembersih kulit yang diresepkan dokter. Kita harus meyakinkan mereka kembali bahwa sebagian besar 0bat acne akan menimbulkan pengeringan dan pengelupasan kulit kendati kemerahan difus serta vesikel yang muncul secara tiba-tiba menunjukkan adanya alergi kontak. Kesalah pahaman harus dikoreksi karena pemahaman pasien akan meningkatkan kepatuhan terhadap terapi dan memperbesar […]

Implikasi Keperawatan HIV

Oleh: | 15/04/2014 | Kategori: Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Sesudah penajaman alat tersebut lebih lanjut, perawat dapat menggunakannya untuk menilai kebutuhan terhadap perawatan-mandiri pada pasien-pasien infeksi HIV dan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan. Namun demikian, penilaian neurologik mungkin diperlukan sebelum pemakaian HAT jika dicurigai adanya demensia yang berhubungan HIV. Perawat kesehatan masyarakat dapat menggunakan HAT untuk mencatat perubahan gejala dan menangani setiap keunikan yang […]

Intervensi Keperawatan Untuk Perbaikan Pola Pernafasan Pasien Alergi

Oleh: | 25/01/2014 | Kategori: Komunikasi Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Perbaikan pola pernapasan Pasien diberitahu dan dibantu untuk memodifikasi lingkungannya guna mengurangi intensitas gejala alergik atau mencegah timbulnya kembali kembali gejala alergik. Disamping itu, pasien diberitahu untuk menjaga pola pernafasan yang normal melalui pengurangan kontak dengan orang yang menderita ISPA. Jika terjadi ISPA, pasien dianjurkan untuk menarik nafas dalam dan sering batuk agar pertukaran¬† gas […]

Meningkatkan Integritas Kulit dalam Keperawatan

Oleh: | 30/11/2013 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Kulit dan mukosa oral harus dinilai secara rutin untuk mendeteksi perubahan dalam penampakan, lokasi serta ukuran lesi dan menemukan bukti infeksi serta kerusakan kulit. Pasien dianjurkan agar sedapat mungkin mempertahankan keseimbangan antara istrahat dan mobilitas. Pasien yang immobile (tidak dapat bergerak) harus dibantu untuk mengubah posisi tubuhnya setiap 2 jam sekali. Alat-alat seperti kasur dengan […]

Teori dan Empat Konsep Dasar Roger

Oleh: | 25/01/2011 | Kategori: Konsep Dasar Keperawatan
Thumb

Martha E. Roger mengemukakan empat konsep besar. Beliau menghadirkan lima asumsi tentang manusia. Tiap orang dikatakan sebagai suatu yang individu utuh. Manusia dan lingkungan selalu saling bertukar energi. Proses yang terjadi dalam kehidupan seseorang tidak dapat diubah dan berhubungan satu sama lain pada dimensi ruang dan waktu. Hal tersebut merupakan pola kehidupan. Pada akhirnya seseorang […]