Info Keperawatan

Anatomi Telinga Dalam

Oleh: | 16/02/2015 | Kategori: Info Keperawatan, Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Telinga dalam tertanam jauh di dalam bagian petrous tulang temporal. Organ untuk pendengaran (koklea) dan keseimbangan (kanalis semisirkulasi), begitu juga saraf kranial VII (nervus fasialis) dan VIII (nervus kokleovestibuler), semuanya merupakan bagian dari kompleks anatomi ini. Koklea dan kanalis semisirkularis bersama-sama menyusun tulang labirint. Ketiga kanalis semisirkularis – posterior, superrior dan lateral – terletak membentuk […]

Anatomi Telinga Luar

Oleh: | 15/02/2015 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Telinga adalah organ penginderaan dengan fungsi ganda dan kompleks, pendengaran dan keseimbangan anatominya juga sangat rumit. Indera pendengaran berperan penting pada partisipasi seseorang dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Sangat penting untuk perkembangan normal dan pemeliharaan bicara dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain melalui bicara tergantung pada kemampuan mendengar. Deteksi awal dan diagnosis akurat gangguan otologik adalah […]

Diskus Optikus Pada Mata

Oleh: | 17/01/2015 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Terletak agak ke nasal, tetapi masih di sentral, di retina adalah diskus optikus. Tempat inilah di mana retina sensoris berkonvergensi membentuk saraf optikus. Karena diskus optikus tidak memiliki sel fotosensitif, maka merupakan titik buta dalam medan penglihatan. Arteri dan vena retina sentralis bercabang dari pusat head optic. Dilihat dengan oftalmoskop, diskus optikus mempunyai kesan cekungan […]

Retina dan Sel Fotosensitifnya

Oleh: | 15/01/2015 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Retina Lapisan dalam bola mata adalah retina, jaringan delapan lapis, semitransparan, tipis yang melapisi bagian dalam bola mata. Bagian terdalam retina mengandung sel ganglionik dan fotosensitif retina sensoris. Lapisan luar, bagian satu lapis retina adalah epithelium berpigmen. Bila dilihat melalui oftalmoskop, retina memperlihatkan “refleks merah” khas, sebenarnya pendaran jingga. Retina mengandung arteri dan vena yang […]

Otot dan Suplai Darah Mata

Oleh: | 11/01/2015 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Otot Mata Gerakan mata dikontrol oleh enam otot ekstraokuler, yang masuk ke sclera dan dipersarafi oleh SO III, IV, dan VI. Otot rektus lateralis melakukan abduksi dan otot rektus medial melakukan adduksi mata. Kedua otot ini harus bekerja sama untuk gerakan mata dari satu sisi ke sisi lain. Otot rektus superior mengangkat dan melakukan adduksi […]

System Lakrimal Pada Mata

Oleh: | 09/01/2015 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

System lakrimal menjaga lingkungan lembab untuk mata bagian eksternal anterior. Produksi airmata memberikan pelumas alami dan mengencerkan serta membasuh partikel asing. Ada dua macam airmata yang biasanya diproduksi: airmata pelumas, mengandung lemak, air, dan mukosa, dan airmata aqueus dihasilkan sebagai respons emosi dan iritasi dan hanya mengandung air. Airmata berair berlebihan tidak akan melekat pada […]

Struktur Mata Eskternal

Oleh: | 07/01/2015 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Struktur mata eskternal adalah kelopak mata dan bulu mata. Di depan mata ada kelopak mata, dua buah lipatan muskulofibrosa yang dapat digerakkan dapat dibuka dan ditutup untuk melindungi dan meratakan airmata ke permukaan bola mata dan mengontrol banyaknya sinar yang masuk. Kelopak tersusun oleh kulit tanpa lemak subkutis. Pada orang yang sangat putih, mikrovaskularitas ekstensif […]

Perawatan Tindak Lanjut Pasien Luka Bakar

Oleh: | 18/12/2014 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com/

Sebelum pulang dari rumah sakit, perawatan tindak-lanjut bagi pasien luka bakar harus direncanakan dengan seksama oleh para anggota tim perawatan kesehatan secara interdisiplin. Perawat acap kali bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan semuaaspek dalam perawatan dan memastikan bahwa semua kebutuhan pasien terpenuhi. Banyak pasien memerlukan fisioterapi dan/atau terapi okupasi rawat-jalan dengan frekuensi sampai beberapa kali seminggu. Informasi […]

Mengurangi Nyeri Pada Pasien Luka Bakar

Oleh: | 20/10/2014 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Pasien luka bakar sering mengalami rasa nyeri yang hebat dan ansietas yang tinggi sejak awal terjadinya luka bakar itu. Gejala kegelisahan dan ansietas, sering dikaitkan dengan rasa nyeri sebenarnya dapat berasal dari keadaan hipoksia. Karena itu, pengkajian status respirasi yang seksama sangat penting sebelum pemberian analgeetik yang dapat mensupresi system pernapasan dalam periode awal pasca […]

Memulihkan Keseimbangan Cairan dan Mempertahankan Suhu Tubuh Normal Pasien Luka Bakar

Oleh: | 18/10/2014 | Kategori: Info Keperawatan
http://www.infokeperawatan.com

Memulihkan Keseimbangan Cairan dan Elektroilt. Perpindahan dan kehilangan cairan yang cepat selama periode awal pasca-luka bakar mengharuskan perawat untuk memeriksa tanda-tanda vital dan keluaran urin dengan sering di samping menilai tekanan vena sentral, tekanan arteri purmonalis serta curah jantung pda pasien luka bakar yang sakitnya berat. Pemberian cairan infuse dilakukan menurut program medik. Volume cairan […]