Home» Arsip » pemeriksaan penunjang pada anemia hemolitik nonimun

Ulasan tentang pemeriksaan penunjang pada anemia hemolitik nonimun

Published on 1 September 2015 by INFOKEPERAWATAN.COM


INFOKEPERAWATAN.COM - Inilah ulasan lengkap tentang pemeriksaan penunjang pada anemia hemolitik nonimun dan informasi lain yang berkaitan dengan pemeriksaan penunjang pada anemia hemolitik nonimun.

Meskipun saat ini sangat banyak informasi tentang pemeriksaan penunjang pada anemia hemolitik nonimun yang tersedia di internet, tetapi sebagian besarnya kurang jelas dan tidak cukup akurat.

Karena itulah, kami menyajikan informasi pemeriksaan penunjang pada anemia hemolitik nonimun terlengkap sebagai rujukan untuk Anda. Kami berharap informasi yang kami sajikan berikut ini bermanfaat untuk Anda.

Pemeriksaan Penunjang Bartolinitis dan Kista Bartolini

Kista kelenjar Bartolini atau abses Bartolini dapat didiagnosis melalui pemeriksaan ginekologik pada pelvis. Pemeriksaan penunjang.yang dapat dilakukan adalah: – Pemeriksaan gram untuk membedakan bakteri penyebab. – Pemeriksaan dengan menggunakan apusan darah tepi untuk melihat ada atau tidak leukositosis. – Pemeriksaan kultur jaringan dibutuhkan untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi dan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi […]

Pemeriksaan Penunjang Untuk Diagnosis Penyakit Sifilis

PEMERIKSAAN PENUNJANG Sebagai pembantu diagnosis ialah: Pemeriksaan T. Pallidum. Tes Serologik Sifilis (TSS). Pemeriksaan histopatologis.  A. Pemeriksaan T. Pallidum. 1. Dark-Field microscopy. Merupakan pemeriksaan pilihan untuk sifilis sekunder khususnya kondilomata lata dan mucous patches. Caranya lesi dibersihkan dengan salin steril 0,9% untuk mencegah sel darah terdeteksi sebagai treponema. Eksudat serosa diambil dari atas permukaan akumulasi […]

Etiologi, Manifestasi Klinis dan Pemeriksaan Penunjang Pneumonia

Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli. Pneumonia juga dapat menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan menimbulkan gangguan pertukaran gas setempat. Etiologi Pneumonia Pneumonia dapat timbul karena: Bakteri Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme gram posifif seperti : Steptococcus pneumonia, […]

Keperawatan Dengan Thalasemia

Thalasemia merupakan penyakit anemia hemolitik herediter yang diturunkan secara resesif. Ditandai oleh defisiensi produksi globin pada hemoglobin. dimana terjadi kerusakan sel darah merah di dalam pembuluh darah sehingga umur eritrosit menjadi pendek (kurang dari 100 hari). Kerusakan tersebut karena hemoglobin yang tidak normal (hemoglobinopatia) Komplikasi yang dapat terjadi pada Klien Dengan Thalasemia – Fraktur patologis […]

Waspadai Penyakit Talasemia Pada Anak

Talasemia merupakan salah satu jenis anemia hemolitik dan merupakan penyakit keturunan yang diturunkan secara autosomal yang paling banyak dijumpai di Indonesia dan Italia. Enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini. Kalau sepasang dari mereka menikah, kemungkinan untuk mempunyai anak penderita talasemia berat adalah 25%, 50% menjadi pembawa sifat (carrier) talasemia, […]

Pemeriksaan Fisik Pada Kulit

Pengkajian kulit melibatkan seluruh area kulit, termasuk membran mukosa, kulit kepala dan kuku. Kulit merupakan cermin dari kesehatan seseorang secara menyeluruh dan perubahan yang terjadi pada kulit umumnya berhubungan dengan penyakit  pada sistem organ lain. Inspeksi dan palpasi merupakan prosedur merupakan prosedur utama yang digunakan dalam memeriksa kulit, dan pemeriksaan ini memerlukan ruangan yang terang […]

ASKEP Glomerulus Nefritis Akut

1. Pengertian. Glomerulus Nefritis Akut adalah suatu reaksi imunologis pada ginjal terhadap bakteri atau virus tertentu yang sering adalah Streptococcus beta hemolitik Group A,dan lebih banyak menyerang anak-anak usia 3 – 7 tahun. 2. Etiologi. Penyebabnya tidak jelas, akan tetapi secara umum memberikan gambaran Histo – pathologie tertentu pada Glomerulus yaitu : Terbentuknya komplex antigen […]

Inflamasi Kantung Empedu

Lebih dari 90% klien dengan Cholecystitis (inflamasi kantung empedu) disebabkan oleh sumbatan batu empedu yang terbentuk di saluran kantung empedu. Secara normal, empedu yang dihasilkan oleh organ hati ditampung sementara oleh kantung empedu (gallbladder) sebelum digunakan untuk mengemulsi lemak di saat ada makanan berlemak yang datang di duodenum agar lebih mudah dicerna. Cairan empedu yang […]

Asuhan Keperawatan Anak Dengan Typhus Abdominalis

1. DEFINISI Thypus abdominalis adalah infeksi penyakit akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari. Gangguan pada saluran cerna dan gangguan kesadaran. Typus abdominalis adalah penyakit infeksi akut, usus halus. Penyakit ini mempunyai tanda-tanda khas berupa perjalanan yang cepat yang berlangsung 3 minggu disertai dengan demam, toksemia, gejala-gejala perut, pembesaran […]

Asuhan Keperawatan Anemia

Pengertian Anemia Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999). Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer, 2002 […]

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Trauma Urethra

PENGERTIAN Ruptur uretra adalah ruptur pada uretra yang terjadi langsung akibat trauma dan kebanyakan disertai fraktur tulang panggul, khususnya os pubis (simpiolisis). RUPTUR URETRA DIBAGI DUA MACAM : 1. Ruptur uretra anterior : paling sering pada bulbosa disebut Straddle Injury, dimana robekan uretra terjadi antara ramus inferior os pubis dan benda yang menyebabkannya. 2. Ruptur […]

Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Hernia

Hernia adalah keluarnya isi tubuh (biasanya abdomen) melalui defek atau bagian terlemah dari dinding rongga yang bersangkutan Klasifikasi Hernia Berdasarkan terjadinya dibagi menjadi: – Hernia congenital /bawaan. – Hernia akuisita Berdasarkan sifatnya hernia terbagi menjadi: 1. Hernia reponible yaitu bila isi hernia dapat dimasukkan kembali. Usus keluar bila berdiri atau mengedan dan masuk lagi bila […]

Jaundice dan Pengobatannya

Kata jaundice berasal dari bahasa Perancis, dari kata jaune yang berarti kuning. Sakit kuning (jaundice) yang juga dikenal dengan ikterus adalah perubahan warna kulit, sklera mata atau jaringan lainnya (membran mukosa) yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat kadarnya dalam sirkulasi darah 1. Etiologi Pembuangan sel darah merah yang sudah tua atau rusak […]

Askep Meningitis

DEFINISI Meningitis adalah radang umum pada arakhnoid dan piameter, disebabkan oleh bakteri, virus, riketsia, atau protozoa,yang dapat terjadi secara akut dan kronis. Meningitis adalah radang pada meningen (membrane yang mengelilingi otak dan  medula spinalis) dan di sebabkan oleh virus atau jamur. Meningitis selanjutnya di klasifikasikan sebagai sepsis, asepsis dan tuberkulosa. Meningitis asepsis mengacu pada salah […]

Kenali Penyakit Malaria

a. Pengertian Malaria Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit (protozoa) dan genus plasmodium, yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles. (Prabowo, 2004: 2) Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa dan genus plasmodium masa tunas atau inkubasi penyakit dapat beberapa hari atau beberapa bulan. (Dinas kesehatan DKI Jakarta) Berdasarkan pengertian diatas […]

Askep Adult Respiratory Distress Syndrome

I. DEFINISI ARDS atau Sindroma Distres Pernafasan Dewasa ( SDPD ) adalah kondisi kedaruratan paru yang tiba-tiba dan bentuk kegagalan nafas berat, biasanya terjadi pada orang yang sebelumnya sehat yang telah terpajan pada berbagai penyebab pulmonal atau non-pulmonal. II. ETIOLOGI Menurut Hudak & Gallo ( 1997 ), gangguan yang dapat mencetuskan terjadinya ARDS adalah ; […]

Asuhan Keperawatan Pada Klien Hiperbilirubin

Sewaktu bayi masih berada dalam rahim (masih dalam bentuk janin), maka tugas membuang bilirubin dari darah janin dilakukan oleh plasenta. Hati atau liver si janin tidak perlu membuang bilirubin. Ketika bayi sudah lahir, maka tugas ini langsung diambil alih oleh hati atau livernya. Karena livernya belum terbiasa melakukannya, maka jangan kaget jika ternyata ia memerlukan […]

Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Karsinoma Buli-buli

Pengertian Tumor buli-buli adalah tumor yang didapatkan dalam buli-buli. Insiden Yang paling sering dijangkiti kanker dari alat perkemihan adalah Buli-buli. Kanker Buli-buli terjadi tiga kali lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita, dan tumor-tumor multipel juga lebih sering, kira-kira 25% klien mempunyai lebih dari satu lesi pada satu kali dibuat diagnosa. Klasifikasi 1. Staging dan […]

Keperawatan Pasien Dengan Ablatio Retina

Ablasio Retina adalah pelepasan retina dari lapisan epitelium neurosensoris retina dan lapisan epitelia pigmen retina (Donna D. Ignativicius, 1991) Ablatio Retina juga diartikan sebagai terpisahnya khoroid di daerah posterior mata yang disebabkan oleh lubang pada retina, sehingga mengakibatkan kebocoran cairan, sehingga antara koroid dan retina kekurangan cairan (Barbara L. Christensen 1991). Tanda dan Gejala Ablatio […]

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Marasmik-Kwashiorkor

Pendahuluan Defisiensi gizi dapat terjadi pada anak yang kurang mendapatkan masukan makanan dalam waktu lama. Istilah dan klasifikasi gangguan kekurangan gizi amat bervariasi dan masih merupakan masalah yang pelik. Walaupun demikian, secara klinis digunakan istilah malnutrisi energi dan protein (MEP) sebagai nama umum. Penentuan jenis MEP yang tepat harus dilakukan dengan pengukuran antropometri yang lengkap […]