Home» Arsip » patofisiologi vulnus laceratum

Ulasan tentang patofisiologi vulnus laceratum

Published on 30 August 2015 by INFOKEPERAWATAN.COM


INFOKEPERAWATAN.COM - Inilah ulasan lengkap tentang patofisiologi vulnus laceratum dan informasi lain yang berkaitan dengan patofisiologi vulnus laceratum.

Meskipun saat ini sangat banyak informasi tentang patofisiologi vulnus laceratum yang tersedia di internet, tetapi sebagian besarnya kurang jelas dan tidak cukup akurat.

Karena itulah, kami menyajikan informasi patofisiologi vulnus laceratum terlengkap sebagai rujukan untuk Anda. Kami berharap informasi yang kami sajikan berikut ini bermanfaat untuk Anda.

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Penyakit Gout

Patofisiologi Hiperurisemia (konsentrasi asam urat dalam serum yang lebih besar dari 7,0 mg/dl [SI:0,4 mol/L) dapat (terapi tidak selalu) menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat. Serangan gout tampaknya berhubungan dengan peningkatan atau penurunanan mendadak kadar asam urat serum. Kalau kristal urat mengendap dalam subuah sendi, respons inflamasi akan terjadi dan serangan gout dan dimulai. Dengan serangan […]

Patofisiologi Osteoartritis

Osteoartritis dapat dianggap sebagai hasil akhir banyak proses patologi yang menyatu menjadi suatu predisposisi penyakit yang menyeluruh. Osteoartritis mengenai kartilago artikuler, tulang subkondrium (lempeng tulang yang menyangga kartilago artikuler) serta sinovium, dan menyebabkan keadaan campuran dari proses degradasi, inflamasi serta perbaikan. Proses degeneratif dasar dalam sendi sudah di jelaskan sebelumnya dan di contohkan pada osteoartritis. […]

Tinjauan dan Patofisiologi Acquired Immunodeficiency Syndrome

Sindrom imunodefisiensi yang didapat (AIDS, Acquired Immunodeficiency Syndrome) diartikan sebagai bentuk paling berat dari keadaan sakit terus-menerus yang berkaitan dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV).  Selama bertahun-tahun, HIV diartikan sebagai HTLV III (human T-cell lymphotropic virus tipe III) dan virus yang berkaitan dengan limfadenopati (LAV; lymphadenophaty associated virus). Manifestasi infeksi HIV berkisar mulai dari kelainan […]

Patofisiologi Luka Bakar

Luka bakar disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. Panas dapat dipindahkan lewat hantaran atau radiasi elektromagnetik. Luka bakar dapt dikelompokan menjadi luka bakar termal, radiasi atau kimia. Destruksi jaringan terjadi akibat kaogulasi, denaturasi protein atau ionisasi isi sel. Kulit dan mukosa saluran napas atas merupaka lokasi destruksi jaringan. Jaringan yang dalam, […]

Patofisiologi Cedera Kepala

Sebagian besar cedera otak tidak disebabkan oleh cedera langsung terhadap jaringan otak, tetapi terjadi sebagai akibat kekuatan luar yang membentur sisi luar tengkorak kepala atau dari gerakan otak itu sendiri dalam rongga tengkorak. Pada cedera deselerasi, kepala biasanya membentur suatu objek seperti kaca depan mobil, sehingga terjadi deselerasi tengkorak yang berlangsung tiba-tiba. Otak tetap bergerak […]

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Defisiensi sel-T

Hilangnya fungsi sel-T biasanya disertai dengan hilangnya sebagian aktifitas sel-B karena peranan regulasi yang dilaksanakan oleh sel-T dalam system imun. Status sel T dapat dievaluasi lewat hitung lifosit darah tepi. Limfo penia dapat menandakan defisit sel-T. Sel-T merupakan 65% hingga 85% dari total limfosit dalam darah tepi. Evaluasi untuk mengetahui apakah sel T mampu memproduksi […]

Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Penyakit Sistemik Lupus Eritematosus

Penyakit sitemik lupus eritematosus (SLE) tampaknya terjadi akibat terganggunya regulasi kekebalan yang menyebabkan peningkatan autoantibodi yang berlebihan. Gangguan imunoregulasi ini ditimbulkan oleh kombinasi antara faktor-faktor genetik, hormonal (sebagaimana terbukti oleh awitan penyakit yang biasanya terjadi selama usia reproduktif) dan lingkungan (cahaya matahari, luka bakar termal). Obat-obat tertentu seperti hidralazin (Apresoline), prokainamid  (Pronestyl), isoniazid, klorpromazin dan […]

Luka Bakar Selama Fase Rehabilitasi

Pengkajian Informasi mengenai tingkat pendidikan pasien, pekerjaan, kegiatan rekreasi, latar belakang budaya, agama dan interaksi keluarga harus didapat secara dini. Konsep-diri, status mental, respons emosional terhadap luka bakar serta perawatan dirumah sakit, tingkat fungsi intelektual, perawatan rumah sakit yang sebelumnya, respons terhadap rasa nyeri serta tindakan untuk meredakan nyeri dan pola tidur, juga merupakan komponen […]

Cara Meningkatkan Pemahaman Pasien Psoriasis

Intervensi Keperawatan Perawat harus menjelaskan dengan perasaan yang peka bahwa sampai saat ini masih belum terdapat pengobatan untuk penyembuhan total penyakit psoriasis, bahwa penanganan seumur hidup tidak diperlukan dan bahwa keadaan ini dapat dihilangkan serta dikendalikan. Patofisiologi psoriasis ditinjau kembali termaksud faktor-faktor pencetusnya,yaitu : setiap iritasi atau cedera pada kulit (luka tersayat, abrasi, terbakar cahaya […]

Perawatan Luka Bakar Di Tempat Kejadian

Fase Darurat/ Resusitasi Perawatan Luka Bakar Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, patofisiologi dan penatalaksanaan luka bakar dapat dibagi menjadi tiga fase. Meskipun terdapat prioritas bagi setiap fase, namun harus diingat bahwa semua fase ini saling overlap sehingga penilaian dan penatalaksanaan masalah serta komplikasi yang spesifik tidak terbatas pada masing-masing fase tetapi harus dilaksanakan di seluruh proses perawatan […]

Asuhan Keperawatan Hidronefrosis

Pengertian Hidronefrosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada salah satu atau kedua ginjal akibat terkumpulnya urin di dalam ginjal. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai keadaan yang menyebabkan tersumbatnya lokasi-lokasi di sepanjang saluran kemih atau terganggunya fungsi kandung kemih, yang menyebabkan terjadinya aliran balik ke dalam ginjal. Apabila obstruksi ini terjadi di ureter […]

Penatalaksanaan Otitis Eksterana Difusa

BATASAN Otitis eksterna difusa ialah infeksi pada kulit Meatus Akustikus Eksternus (MAE). ETIOLOGI Kuman penyebab terbanyak ialah Streptokokus, Stafilokokus, tetapi dapat pula dari golongan jamur (Aspergilus atau Kandida). PATOFISIOLOGI Sebagai faktor predisposisi: 1. Faktor endogen : Keadaan umum yang buruk akibat anemia, hipovitaminosis, diabetes mellitus, atau alergi 2. Faktor eksogen : 1. Trauma karena tindakan […]

Asuhan Keperawatan Polimialgia Reumatika

Patofisiologi Penyebab polimialgia reumatika tidak diketahui. Penyakit ini terutama terdapat di antara orang kulit putih (Kaukasia)—yang sering terjadi pada sanak saudara derajat pertama—dan penanda genetik (HLA-DR4) yang menyertainya menunjukkan adanya predisposisi familial. Endapan imunoglobulin dalam dinding arteri temporalis yang mengalami inflamasi juga menunjukkan suatu proses autoimun. Manifestasi Klinis Polimialgia reumatika ditandai oleh gangguan rasa nyaman […]

Penyakit Gagal Jantung (Heart Failure)

Penyakit gagal jantung adalah suatu kegagalan jantung dalam memompa darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kegagalan jantung kongestif adalah suatu kegagalan pemompaan (di mana cardiac output tidak mencukupi kebutuhan metabolik tubuh). Hal ini mungkin terjadi sebagai akibat akhir dari gangguan jantung, pembuluh darah atau kapasitas oksigen yang terbawa dalam darah yang mengakibatkan jantung tidak dapat mencukupi […]

Keperawatan Pasien Dengan Trauma Tumpul Mata (Hifema)

Pasien Dengan Trauma Tumpul Mata (Hifema). Hifema adalah darah dalam bilik mata depan sebagai akibat pecahnya pembuluh darah pada iris, akar iris dan badan silia. Tanda dan Gejala • Mata merah • Rasa sakit • Mual dan muntah karena kenaikan Tekanan Intra Okuler (TIO). • Penglihatan kabur • Penurunan visus • Infeksi konjunctiva • Pada […]

Keperawatan Pasien Dengan Ablatio Retina

Ablasio Retina adalah pelepasan retina dari lapisan epitelium neurosensoris retina dan lapisan epitelia pigmen retina (Donna D. Ignativicius, 1991) Ablatio Retina juga diartikan sebagai terpisahnya khoroid di daerah posterior mata yang disebabkan oleh lubang pada retina, sehingga mengakibatkan kebocoran cairan, sehingga antara koroid dan retina kekurangan cairan (Barbara L. Christensen 1991). Tanda dan Gejala Ablatio […]

Konsep Dasar Gastroenteritis

Pengertian Gastroenteritis adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri, virus, dan patogen, parasit (Wong, Donna. L, 2009). Gastroenteritis adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan / setengah cairan (setengah padat), dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari biasanya berlangsung kurang dari 7 hari terjadi secara mendadak (Suraatmaja, 2005). […]

Asuhan Keperawatan Abortus

A. PENGERTIAN Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin mampu hidup di luar kandungan dengan berat badan kurang dari 1000 gram atau umur kehamilan kurang dari 28 minggu. Abortus atau keguguran dibagi menjadi 1. Berdasarkan kejadiannya a. Abortus spontan terjadi tanpa ada unsur tindakan dari luar dan dengan kekuatan sendiri b. Abortus buatan sengaja dilakukan […]

Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipovolemik

Hipovolemik adalah keadaan volume darah menurun, khususnya volume plasma darah. Syok hipovolemik mengacu pada suatu kondisi medis atau bedah dimana terjadi kehilangan cairan dengan cepat mengakibatkan kegagalan organ multiple karena perfusi yang tidak memadai. Syok hipovolemik Kebanyakan adalah sekunder untuk kehilangan darah yang cepat (syok hemoragik). Trauma tembus atau gangguan pencernaan yang parah adalah dua […]

Waspadai Penyakit Talasemia Pada Anak

Talasemia merupakan salah satu jenis anemia hemolitik dan merupakan penyakit keturunan yang diturunkan secara autosomal yang paling banyak dijumpai di Indonesia dan Italia. Enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini. Kalau sepasang dari mereka menikah, kemungkinan untuk mempunyai anak penderita talasemia berat adalah 25%, 50% menjadi pembawa sifat (carrier) talasemia, […]