Home» Arsip » patofisiologi vomitus

Ulasan tentang patofisiologi vomitus

Published on 1 September 2015 by INFOKEPERAWATAN.COM


INFOKEPERAWATAN.COM - Inilah ulasan lengkap tentang patofisiologi vomitus dan informasi lain yang berkaitan dengan patofisiologi vomitus.

Meskipun saat ini sangat banyak informasi tentang patofisiologi vomitus yang tersedia di internet, tetapi sebagian besarnya kurang jelas dan tidak cukup akurat.

Karena itulah, kami menyajikan informasi patofisiologi vomitus terlengkap sebagai rujukan untuk Anda. Kami berharap informasi yang kami sajikan berikut ini bermanfaat untuk Anda.

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Penyakit Gout

Patofisiologi Hiperurisemia (konsentrasi asam urat dalam serum yang lebih besar dari 7,0 mg/dl [SI:0,4 mol/L) dapat (terapi tidak selalu) menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat. Serangan gout tampaknya berhubungan dengan peningkatan atau penurunanan mendadak kadar asam urat serum. Kalau kristal urat mengendap dalam subuah sendi, respons inflamasi akan terjadi dan serangan gout dan dimulai. Dengan serangan […]

Patofisiologi Osteoartritis

Osteoartritis dapat dianggap sebagai hasil akhir banyak proses patologi yang menyatu menjadi suatu predisposisi penyakit yang menyeluruh. Osteoartritis mengenai kartilago artikuler, tulang subkondrium (lempeng tulang yang menyangga kartilago artikuler) serta sinovium, dan menyebabkan keadaan campuran dari proses degradasi, inflamasi serta perbaikan. Proses degeneratif dasar dalam sendi sudah di jelaskan sebelumnya dan di contohkan pada osteoartritis. […]

Tinjauan dan Patofisiologi Acquired Immunodeficiency Syndrome

Sindrom imunodefisiensi yang didapat (AIDS, Acquired Immunodeficiency Syndrome) diartikan sebagai bentuk paling berat dari keadaan sakit terus-menerus yang berkaitan dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV).  Selama bertahun-tahun, HIV diartikan sebagai HTLV III (human T-cell lymphotropic virus tipe III) dan virus yang berkaitan dengan limfadenopati (LAV; lymphadenophaty associated virus). Manifestasi infeksi HIV berkisar mulai dari kelainan […]

Patofisiologi Luka Bakar

Luka bakar disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. Panas dapat dipindahkan lewat hantaran atau radiasi elektromagnetik. Luka bakar dapt dikelompokan menjadi luka bakar termal, radiasi atau kimia. Destruksi jaringan terjadi akibat kaogulasi, denaturasi protein atau ionisasi isi sel. Kulit dan mukosa saluran napas atas merupaka lokasi destruksi jaringan. Jaringan yang dalam, […]

Patofisiologi Cedera Kepala

Sebagian besar cedera otak tidak disebabkan oleh cedera langsung terhadap jaringan otak, tetapi terjadi sebagai akibat kekuatan luar yang membentur sisi luar tengkorak kepala atau dari gerakan otak itu sendiri dalam rongga tengkorak. Pada cedera deselerasi, kepala biasanya membentur suatu objek seperti kaca depan mobil, sehingga terjadi deselerasi tengkorak yang berlangsung tiba-tiba. Otak tetap bergerak […]

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Defisiensi sel-T

Hilangnya fungsi sel-T biasanya disertai dengan hilangnya sebagian aktifitas sel-B karena peranan regulasi yang dilaksanakan oleh sel-T dalam system imun. Status sel T dapat dievaluasi lewat hitung lifosit darah tepi. Limfo penia dapat menandakan defisit sel-T. Sel-T merupakan 65% hingga 85% dari total limfosit dalam darah tepi. Evaluasi untuk mengetahui apakah sel T mampu memproduksi […]

Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Penyakit Sistemik Lupus Eritematosus

Penyakit sitemik lupus eritematosus (SLE) tampaknya terjadi akibat terganggunya regulasi kekebalan yang menyebabkan peningkatan autoantibodi yang berlebihan. Gangguan imunoregulasi ini ditimbulkan oleh kombinasi antara faktor-faktor genetik, hormonal (sebagaimana terbukti oleh awitan penyakit yang biasanya terjadi selama usia reproduktif) dan lingkungan (cahaya matahari, luka bakar termal). Obat-obat tertentu seperti hidralazin (Apresoline), prokainamid  (Pronestyl), isoniazid, klorpromazin dan […]

Luka Bakar Selama Fase Rehabilitasi

Pengkajian Informasi mengenai tingkat pendidikan pasien, pekerjaan, kegiatan rekreasi, latar belakang budaya, agama dan interaksi keluarga harus didapat secara dini. Konsep-diri, status mental, respons emosional terhadap luka bakar serta perawatan dirumah sakit, tingkat fungsi intelektual, perawatan rumah sakit yang sebelumnya, respons terhadap rasa nyeri serta tindakan untuk meredakan nyeri dan pola tidur, juga merupakan komponen […]

Efek Toksik dan Komplikasi Obat Infeksi HIV

Reaksi obat yang merugikan merupakan kekhawatiran pada pasien yang kerapkali mendapat banyak obat untuk mengobati infeksi HIV atau pun komplikasinya. Banyak obat dapat menimbulkan efek toksik yang berat. Pendidikan pasien mencakup informasi tentang tujuan  pemberian obat; pemberiannya yang benar; efek samping yang mencakup efek yang harus segera mendapat perhatian dari dokter atau perawat yang merawat […]

Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal atau Acute renal failure (ARF) dapat diartikan sebagai penurunan cepat/tiba-tiba atau parah pada fungsi filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia (peningkatan konsentrasi BUN [Blood Urea Nitrogen] ). Akan tetapi biasanya segera setelah cedera ginjal terjadi, tingkat konsentrasi BUN kembali normal, sehingga yang menjadi patokan adanya kerusakan […]

Respons Sistemik Lain Pada Luka Bakar

Fungsi renal dapat berubah sebagai akibat dari berkurangnya volume darah. Destruksi sel-sel darah merah pada lokasi cedera akan menghasilkan hemoglobin bebas dalam urin. Jika terjadi kerusakan otot (misalnya, akibat luka bakar listrik), mioglobin akan di lepaskan dari sel-sel otot dan diekskresikan oleh ginjal. Penggantian volume cairan yang memadai akan memulihkan aliran renal, meningkatkan laju filtrasi […]

Cara Meningkatkan Pemahaman Pasien Psoriasis

Intervensi Keperawatan Perawat harus menjelaskan dengan perasaan yang peka bahwa sampai saat ini masih belum terdapat pengobatan untuk penyembuhan total penyakit psoriasis, bahwa penanganan seumur hidup tidak diperlukan dan bahwa keadaan ini dapat dihilangkan serta dikendalikan. Patofisiologi psoriasis ditinjau kembali termaksud faktor-faktor pencetusnya,yaitu : setiap iritasi atau cedera pada kulit (luka tersayat, abrasi, terbakar cahaya […]

Perawatan Luka Bakar Di Tempat Kejadian

Fase Darurat/ Resusitasi Perawatan Luka Bakar Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, patofisiologi dan penatalaksanaan luka bakar dapat dibagi menjadi tiga fase. Meskipun terdapat prioritas bagi setiap fase, namun harus diingat bahwa semua fase ini saling overlap sehingga penilaian dan penatalaksanaan masalah serta komplikasi yang spesifik tidak terbatas pada masing-masing fase tetapi harus dilaksanakan di seluruh proses perawatan […]

Asuhan Keperawatan Hidronefrosis

Pengertian Hidronefrosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada salah satu atau kedua ginjal akibat terkumpulnya urin di dalam ginjal. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai keadaan yang menyebabkan tersumbatnya lokasi-lokasi di sepanjang saluran kemih atau terganggunya fungsi kandung kemih, yang menyebabkan terjadinya aliran balik ke dalam ginjal. Apabila obstruksi ini terjadi di ureter […]

Penatalaksanaan Otitis Eksterana Difusa

BATASAN Otitis eksterna difusa ialah infeksi pada kulit Meatus Akustikus Eksternus (MAE). ETIOLOGI Kuman penyebab terbanyak ialah Streptokokus, Stafilokokus, tetapi dapat pula dari golongan jamur (Aspergilus atau Kandida). PATOFISIOLOGI Sebagai faktor predisposisi: 1. Faktor endogen : Keadaan umum yang buruk akibat anemia, hipovitaminosis, diabetes mellitus, atau alergi 2. Faktor eksogen : 1. Trauma karena tindakan […]

Pemantauan dan Penatalaksanaan Komplikasi Potensial Akibat Obat Rematik

Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit reumatik berpotensi untuk menimbulkan efek yang serius dan merugikan. Dokter menentukan program obat yang diresepkan berdasarkan gejala klinis dan riwayat medik masa lalu, dan kemudian memantau efek sampingnya lewat pengkajian klinis serta pemantauan laboratorium secara berkala. Perawat memiliki peranan yang penting dalam bekerja sama dengan dokter dan apoteker untuk […]

Memberikan Perawatan yang Mendukung untuk Pasien Infeksi HIV

Pasien yang menjadi lemah dan memiliki keadaan umum yang menurun sebagai akibat dari sakit kronik yang berkaitan dengan infeksi HIV memerlukan banyak macam perawatan suportif. Dukungan nutrisi mungkin merupakan tindakan sederhana seperti membantu pasien dalam mendapatkan atau  mempersiapkan makanannya. Untuk pasien dengan gangguan nutrisi yang lanjut karena penurunan asupan makanan, sindrom pelisutan atau mal absorbs […]

Manifestasi Gastrointestinal Penyakit AIDS

Gastrointestinal                                       Manifestasi Gastrointestinal penyakit AIDS mencakup hilangnya selera makan, mual, vomitus, kandidiasis oral serta esophagus, dan diare kronis. Diare merupakan masalah 50% hingga 90% dari keseluruhan pasien AIDS. Pada sebagian kasus, gejala gastrointestinal dapat berhubungan dengan efek langsung HIV pada sel-sel yang melapisi intestinum. Sebagian mikroorganisme pathogen enteral yang paling sering ditemukan dan teridentifikasi dalam […]

Cara Mempertahankan Nutrisi Pasien Luka Bakar

Mempertahankan Nutrisi yang Adekuat. Pemberian cairal oral harus dimulai dengan perlahan-lahan ketika bising usus mulai terdengar kembali. Toleransi pasien perlu diperhatikan. Jika tidak terjadi vomitus dan distensi abdomen, pemberian cairan dapat ditingkatkan secara bertahap dan pasien bisa melanjutkan intervensi nutrisinya dengan diet normal atau makanan sonde. Perawat harus berkolaborasi dengan ahli diet untuk merencanakan diet […]

Yang Harus Di Perhatikan Pada Perawatan Luka Bakar

Airway, Breathing and Circulation (ABC). Meskipun efek lokal paling tampak nyata pada luka bakar, namun efek sistemik merupakan ancaman yang lebih besar bagi jiwa pasiennya. Karena itu, kita harus mengingat ABC pada semua perawatan luka bakar selama periode awal pasca-luka bakar, yaitu: a. Airway (saluran napas) b.Breathing (pernapasan) c. Circulation/sirkulasi darah (dan Cervical spien immobilization/fiksasi […]