Home» Arsip » patofisiologi syok hipovolemik ppt

Ulasan tentang patofisiologi syok hipovolemik ppt

Published on 2 September 2015 by INFOKEPERAWATAN.COM


INFOKEPERAWATAN.COM - Inilah ulasan lengkap tentang patofisiologi syok hipovolemik ppt dan informasi lain yang berkaitan dengan patofisiologi syok hipovolemik ppt.

Meskipun saat ini sangat banyak informasi tentang patofisiologi syok hipovolemik ppt yang tersedia di internet, tetapi sebagian besarnya kurang jelas dan tidak cukup akurat.

Karena itulah, kami menyajikan informasi patofisiologi syok hipovolemik ppt terlengkap sebagai rujukan untuk Anda. Kami berharap informasi yang kami sajikan berikut ini bermanfaat untuk Anda.

Penatalaksanaan Syok Hipovolemik

Perdarahan merupakan penyebab tersering dari syok pada pasien-pasien trauma, baik oleh karena perdarahan yang terlihat maupun perdarahan yang tidak terlihat. Perdarahan yang terlihat, perdarahan dari luka, atau hematemesis dari tukak lambung. Perdarahan yang tidak terlihat, misalnya perdarahan dari saluran cerna, seperti tukak duodenum, cedera limpa, kehamilan di luar uterus, patah tulang pelvis, dan patah tulang […]

Asuhan Keperawatan Syok Hipovolemik

Syok adalah kondisi hilangnya volume darah sirkulasi efektif. Kemudian diikuti perfusi jaringan dan organ yang tidak adekuat, yang akibat akhirnya gangguan metabolik selular. Pada beberapa situasi kedaruratan adalah bijaksana untuk mengantisipasi kemungkinan syok. Seseorang dengan cidera harus dikaji segera untuk menentukan adanya syok. Penyebab syok harus ditentukan (hipovolemik, kardiogenik, neurogenik, atau septik syok). Syok adalah […]

Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipovolemik

Hipovolemik adalah keadaan volume darah menurun, khususnya volume plasma darah. Syok hipovolemik mengacu pada suatu kondisi medis atau bedah dimana terjadi kehilangan cairan dengan cepat mengakibatkan kegagalan organ multiple karena perfusi yang tidak memadai. Syok hipovolemik Kebanyakan adalah sekunder untuk kehilangan darah yang cepat (syok hemoragik). Trauma tembus atau gangguan pencernaan yang parah adalah dua […]

Pemantauan dan Penatalaksanaan Komplikasi Potensial Luka Bakar

Gagal Napas Akut. Jika pasien memiliki saluran napas yang paten dan respirasi yang spontan, perawat harus melakukan pengkajian lebih lanjut terhadap tanda-tanda cedera inhalasi seperti bertambahnya keparauan suara, stridor (pernapasan yang berbunyi), frekuensi dan dalamnya respirasi abnormal, atau perubahan mental yang disebabkan oleh hipoksia. Pengkajian keperawatan mencakup peninjauan terhadap hasil-hasil laboratorium dan pemeriksaan sinar-x. Meskipun […]

Efek Syok Luka Bakar Pada Cairan dan Volume Darah

Efek Pada Cairan, Elektrolit, dan Volume Darah Volume darah yang beredar akan menurun secara dramatis pada saat terjadi syok luka bakar. Di samping itu, kehilangan cairan akibat evaporasi lewat luka bakar dapat mencapai 3 hingga 5 L atau lebih selama periode 24 jam sebelum permukaan kulit yang terbakar ditutup. Selama syok luka bakar, respons kadar […]

Penatalaksanaan Kehilangan Cairan dan Syok Pasien Luka Bakar

Pemindahan ke Unit Luka Bakar Dalam dan luasnya luka bakar perlu dipertimbangkan dalam menentukan apakah pasien harus dipindahkan ke unit atau rumah sakit khusus luka bakar. Bagan 55-1 memuat daftar criteria yang dikeluarkan oleh perhimpunan Luka Bakar Amerika untuk rujukan ke rumah sakit khusus luka bakar setelah dilakukan pengkajian dan penatalaksanaan pendahuluan. Jika pasien akan […]

Respons Kardiovaskuler Pada Luka Bakar

Curah jantung akan menurun sebelum perubahan yang signifikan pada volume darah terlihat dengan jelas. Karena berlanjutnya kehilangan cairan dan berkurangnya volume vaskuler, maka curah jantung akan terus turun dan terjadi penurunan tekanan darah. Keadaan ini merupakan awitan syok luka bakar. Sebagai respons, sistem saraf simpatik akan melepaskan katekolamin yang meningkatkan resistensi parifer (vasokonstriksi) dan frekuensi […]

Ansietas Pada Pasien Luka Bakar

Normalnya, pasien luka bakar dan keluarganya akan mengalami stress emosional dan ansietas yang hebat. Kendati demikian, tingkat ansietas yang tinggi pada pasien luka bakar fase darurat harus dihindari dengan dua alasan: 1. Ansietas akan meningkatkan rasa nyeri fisik dan psikologik yang berkaitan dengan luka bakar dan 2. Tingkat ansietas yang tinggi lebih lanjut akan meningkatkan […]

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Penyakit Gout

Patofisiologi Hiperurisemia (konsentrasi asam urat dalam serum yang lebih besar dari 7,0 mg/dl [SI:0,4 mol/L) dapat (terapi tidak selalu) menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat. Serangan gout tampaknya berhubungan dengan peningkatan atau penurunanan mendadak kadar asam urat serum. Kalau kristal urat mengendap dalam subuah sendi, respons inflamasi akan terjadi dan serangan gout dan dimulai. Dengan serangan […]

Patofisiologi Osteoartritis

Osteoartritis dapat dianggap sebagai hasil akhir banyak proses patologi yang menyatu menjadi suatu predisposisi penyakit yang menyeluruh. Osteoartritis mengenai kartilago artikuler, tulang subkondrium (lempeng tulang yang menyangga kartilago artikuler) serta sinovium, dan menyebabkan keadaan campuran dari proses degradasi, inflamasi serta perbaikan. Proses degeneratif dasar dalam sendi sudah di jelaskan sebelumnya dan di contohkan pada osteoartritis. […]

Tinjauan dan Patofisiologi Acquired Immunodeficiency Syndrome

Sindrom imunodefisiensi yang didapat (AIDS, Acquired Immunodeficiency Syndrome) diartikan sebagai bentuk paling berat dari keadaan sakit terus-menerus yang berkaitan dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV).  Selama bertahun-tahun, HIV diartikan sebagai HTLV III (human T-cell lymphotropic virus tipe III) dan virus yang berkaitan dengan limfadenopati (LAV; lymphadenophaty associated virus). Manifestasi infeksi HIV berkisar mulai dari kelainan […]

Patofisiologi Luka Bakar

Luka bakar disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. Panas dapat dipindahkan lewat hantaran atau radiasi elektromagnetik. Luka bakar dapt dikelompokan menjadi luka bakar termal, radiasi atau kimia. Destruksi jaringan terjadi akibat kaogulasi, denaturasi protein atau ionisasi isi sel. Kulit dan mukosa saluran napas atas merupaka lokasi destruksi jaringan. Jaringan yang dalam, […]

Patofisiologi Cedera Kepala

Sebagian besar cedera otak tidak disebabkan oleh cedera langsung terhadap jaringan otak, tetapi terjadi sebagai akibat kekuatan luar yang membentur sisi luar tengkorak kepala atau dari gerakan otak itu sendiri dalam rongga tengkorak. Pada cedera deselerasi, kepala biasanya membentur suatu objek seperti kaca depan mobil, sehingga terjadi deselerasi tengkorak yang berlangsung tiba-tiba. Otak tetap bergerak […]

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Defisiensi sel-T

Hilangnya fungsi sel-T biasanya disertai dengan hilangnya sebagian aktifitas sel-B karena peranan regulasi yang dilaksanakan oleh sel-T dalam system imun. Status sel T dapat dievaluasi lewat hitung lifosit darah tepi. Limfo penia dapat menandakan defisit sel-T. Sel-T merupakan 65% hingga 85% dari total limfosit dalam darah tepi. Evaluasi untuk mengetahui apakah sel T mampu memproduksi […]

Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Penyakit Sistemik Lupus Eritematosus

Penyakit sitemik lupus eritematosus (SLE) tampaknya terjadi akibat terganggunya regulasi kekebalan yang menyebabkan peningkatan autoantibodi yang berlebihan. Gangguan imunoregulasi ini ditimbulkan oleh kombinasi antara faktor-faktor genetik, hormonal (sebagaimana terbukti oleh awitan penyakit yang biasanya terjadi selama usia reproduktif) dan lingkungan (cahaya matahari, luka bakar termal). Obat-obat tertentu seperti hidralazin (Apresoline), prokainamid  (Pronestyl), isoniazid, klorpromazin dan […]

Luka Bakar Selama Fase Rehabilitasi

Pengkajian Informasi mengenai tingkat pendidikan pasien, pekerjaan, kegiatan rekreasi, latar belakang budaya, agama dan interaksi keluarga harus didapat secara dini. Konsep-diri, status mental, respons emosional terhadap luka bakar serta perawatan dirumah sakit, tingkat fungsi intelektual, perawatan rumah sakit yang sebelumnya, respons terhadap rasa nyeri serta tindakan untuk meredakan nyeri dan pola tidur, juga merupakan komponen […]

Keperawatan Pasien Dengan Solutio Plasenta

Solutio Plasenta adalah lepasnya plasenta dengan implantasi normal sebelum waktunya pada kehamilan yang berusia di atas 28 minggu. (Arif Mansjoer. Kapita Selekta edisi 3 jilid 1, Media Aeskulapius. 2001). Solutio Plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir. (Prof. Dr. Hanifa Wikryosastro. Ilmu Kebidanan Jakarta. PT Gramedia. 1992 ). Solutio […]

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Solutio Plasenta

Solutio Plasenta adalah lepasnya plasenta dengan implantasi normal sebelum waktunya pada kehamilan yang berusia di atas 28 minggu. (Arif Mansjoer. Kapita Selekta edisi 3 jilid 1, Media Aeskulapius. 2001). Solutio Plasenta adalah terlepasnya plasenta yang letaknya normal pada korpus uteri sebelum janin lahir. (Prof. Dr. Hanifa Wikryosastro. Ilmu Kebidanan Jakarta. PT Gramedia. 1992 ). Solutio […]

Diagnosa Keperawatan untuk Kekurangan Volume Cairan

Penurunan cairan intravaskular, interstisial atau intraseluler. Hal ini mengacu pada dehidrasi, kehilangan air saja tanpa perubahan sodium Defisit volume cairan, atau hipovolemia, terjadi dari hilangnya cairan tubuh atau pergeseran cairan ke dalam ruang ketiga, atau dari asupan cairan berkurang. Sumber umum untuk kehilangan cairan adalah gastrointestinal (GI) saluran, poliuria, dan keringat meningkat. Cairan defisit volume […]

Bagaimana Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Dalam Tubuh Kita

Komposisi Cairan Tubuh Kandungan air pada saat bayi lahir adalah sekitar 75% BB dan pada saat berusia 1 bulan sekitar 65% BB. Komposisi cairan pada tubuh dewasa pria adalah sekitar 60% BB, sedangkan pada dewasa wanita 50% BB. Sisanya adalah zat padat seperti protein, lemak, karbohidrat, dll. Air dalam tubuh berada di beberapa ruangan, yaitu […]