Home» Arsip » patofisiologi mekonium aspirasi syndrome

Ulasan tentang patofisiologi mekonium aspirasi syndrome

Published on 1 September 2015 by INFOKEPERAWATAN.COM


INFOKEPERAWATAN.COM - Inilah ulasan lengkap tentang patofisiologi mekonium aspirasi syndrome dan informasi lain yang berkaitan dengan patofisiologi mekonium aspirasi syndrome.

Meskipun saat ini sangat banyak informasi tentang patofisiologi mekonium aspirasi syndrome yang tersedia di internet, tetapi sebagian besarnya kurang jelas dan tidak cukup akurat.

Karena itulah, kami menyajikan informasi patofisiologi mekonium aspirasi syndrome terlengkap sebagai rujukan untuk Anda. Kami berharap informasi yang kami sajikan berikut ini bermanfaat untuk Anda.

Tinjauan dan Patofisiologi Acquired Immunodeficiency Syndrome

Sindrom imunodefisiensi yang didapat (AIDS, Acquired Immunodeficiency Syndrome) diartikan sebagai bentuk paling berat dari keadaan sakit terus-menerus yang berkaitan dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV).  Selama bertahun-tahun, HIV diartikan sebagai HTLV III (human T-cell lymphotropic virus tipe III) dan virus yang berkaitan dengan limfadenopati (LAV; lymphadenophaty associated virus). Manifestasi infeksi HIV berkisar mulai dari kelainan […]

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Defisiensi sel-T

Hilangnya fungsi sel-T biasanya disertai dengan hilangnya sebagian aktifitas sel-B karena peranan regulasi yang dilaksanakan oleh sel-T dalam system imun. Status sel T dapat dievaluasi lewat hitung lifosit darah tepi. Limfo penia dapat menandakan defisit sel-T. Sel-T merupakan 65% hingga 85% dari total limfosit dalam darah tepi. Evaluasi untuk mengetahui apakah sel T mampu memproduksi […]

Askep Adult Respiratory Distress Syndrome

I. DEFINISI ARDS atau Sindroma Distres Pernafasan Dewasa ( SDPD ) adalah kondisi kedaruratan paru yang tiba-tiba dan bentuk kegagalan nafas berat, biasanya terjadi pada orang yang sebelumnya sehat yang telah terpajan pada berbagai penyebab pulmonal atau non-pulmonal. II. ETIOLOGI Menurut Hudak & Gallo ( 1997 ), gangguan yang dapat mencetuskan terjadinya ARDS adalah ; […]

Syndrom Pelisutan

Syndrom Pelisutan (wasting syndrome) kini diikutsertakan dalam defenisi kasus yang diperbarui untuk penyakit AIDS. Criteria diagnostiknya mencakup penurunan berat yang tidak dikehendaki yang melampaui 10% dari berat badan dasar, diare yang kronis, demam yang kambuhan atau menetap tanpa adanya penyakit lain yang dapat menjelaskan gejala ini. Malnutrisi protein-energi yang terjadi bersifat multifactor. Pada sebagian keadaan […]

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Meconium Aspiration Syndrome

DEFINISI Aspirasi dari cairan amnion yang berisi mekonium pada trakhea janin atau bayi baru lahir saat di dalam uterus atau saat bernafas pertamakali. PATOFISIOLOGI Sindroma ini biasanya terjadi pada infant full-term. Mekonium ditemukan pada cairan amnion dari 10% dari keseluruhan neonatus, mengindikasikan beberapa tingkatan aspiksia dalam kandungan. Aspiksia mengakibatkan peningkatan peristaltik intestinal karena kurangnya oksigenasi […]

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Penyakit Gout

Patofisiologi Hiperurisemia (konsentrasi asam urat dalam serum yang lebih besar dari 7,0 mg/dl [SI:0,4 mol/L) dapat (terapi tidak selalu) menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat. Serangan gout tampaknya berhubungan dengan peningkatan atau penurunanan mendadak kadar asam urat serum. Kalau kristal urat mengendap dalam subuah sendi, respons inflamasi akan terjadi dan serangan gout dan dimulai. Dengan serangan […]

Patofisiologi Osteoartritis

Osteoartritis dapat dianggap sebagai hasil akhir banyak proses patologi yang menyatu menjadi suatu predisposisi penyakit yang menyeluruh. Osteoartritis mengenai kartilago artikuler, tulang subkondrium (lempeng tulang yang menyangga kartilago artikuler) serta sinovium, dan menyebabkan keadaan campuran dari proses degradasi, inflamasi serta perbaikan. Proses degeneratif dasar dalam sendi sudah di jelaskan sebelumnya dan di contohkan pada osteoartritis. […]

Patofisiologi Luka Bakar

Luka bakar disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. Panas dapat dipindahkan lewat hantaran atau radiasi elektromagnetik. Luka bakar dapt dikelompokan menjadi luka bakar termal, radiasi atau kimia. Destruksi jaringan terjadi akibat kaogulasi, denaturasi protein atau ionisasi isi sel. Kulit dan mukosa saluran napas atas merupaka lokasi destruksi jaringan. Jaringan yang dalam, […]

Patofisiologi Cedera Kepala

Sebagian besar cedera otak tidak disebabkan oleh cedera langsung terhadap jaringan otak, tetapi terjadi sebagai akibat kekuatan luar yang membentur sisi luar tengkorak kepala atau dari gerakan otak itu sendiri dalam rongga tengkorak. Pada cedera deselerasi, kepala biasanya membentur suatu objek seperti kaca depan mobil, sehingga terjadi deselerasi tengkorak yang berlangsung tiba-tiba. Otak tetap bergerak […]

Gagal Napas Akut dan Kerusakan Organ Viseral

Gagal Napas Akut dan Adult Respiratory Distress Syndrome Status respirasi pasien harus dipantau dengan ketat untuk mendeteksi peningkatan kesulitan bernapas, perubahan pada pola pernapasan dan awitan suara-suara tambahan (abnormal). Secara khas dalam stadium ini akan muncul tanda dan gejala cedera pada traktus respiratorius. Kemudian terjadi gagal napas. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, tanda-tanda hipoksia (penipisan oksigen), berkurangnya […]

7 Indikator Kerusakan Paru Pada Kebakaran

Indikator kemungkinan terjadinya kerusakan paru mencakup hal-hal berikut : a. Riwayat yang menunjukan bahwa luka bakar terjadi dalam suatu daerah yang tertutup b. Luka bakar pada wajah atau leher c. Rambut hidung yang gosong d. Suara yang menjadi parau, perubahan suara, batuk yang kering, stridor, sputum yang penuh jelaga e. Sputum yang berdarah f. Pernapasan […]

Asuhan Keperawatan Acquired Immunodeficiency Syndrome

Infeksi monosit dan makrofag tampaknya berlangsung secara persisten dan tidak mengakibatkan kematian sel yang bermakna, tetapi sel-sel ini menjadi reservoir bagi HIV sehingga virus tersebut dapat tersembunyi dari system imun dan terangkut ke seluruh tubuh lewat system ini untuk menginfeksi berbagai jaringan tubuh. Sebagian besar jaringan ini dapat mengandung molekul CD4 + atau memiliki kemampuan […]

Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Penyakit Sistemik Lupus Eritematosus

Penyakit sitemik lupus eritematosus (SLE) tampaknya terjadi akibat terganggunya regulasi kekebalan yang menyebabkan peningkatan autoantibodi yang berlebihan. Gangguan imunoregulasi ini ditimbulkan oleh kombinasi antara faktor-faktor genetik, hormonal (sebagaimana terbukti oleh awitan penyakit yang biasanya terjadi selama usia reproduktif) dan lingkungan (cahaya matahari, luka bakar termal). Obat-obat tertentu seperti hidralazin (Apresoline), prokainamid  (Pronestyl), isoniazid, klorpromazin dan […]

Sindroma Iritabilitas Usus dan Pengobatannya

Irritable Bowel Syndrome (IBS) dapat diartikan sebagai Sindroma Iritabilitas Usus. Istilah bahasa Indonesia untuk penyakit ini memang belum ada yang baku. IBS merupakan salah satu penyakit dari kelompok Functional Gastrointestinal Disorders (Gangguan Fungsional Saluran Pencernaan) atau Functional Motility Disorders (Gangguan Fungsional Pergerakan Usus). Seringkali disebut sebagai gangguan, bukan penyakit, karena penyakit ini merupakan sekumpulan gejala […]

Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Nefrotik Syndrom

A. Pengertian. Nefrotik syndrom merupakan gejala yang meliputi proteinuria (albumunuria), hipoalbunemia, udem yang luas, hiperlipidemia dan lipiduria. Neftorik syndrome terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. B. Etiologi. Nefrotik syndrome terjadi pada kondisi yang bervariasi seperti glomerulonefritis, lesi lomerulus penyakit sistemik seperti mellitus, infeksi, penyakit sirkulasi, reaksi alergi dan obat – obatan serta pregnancy dan transplantasi […]

Penyakit AIDS Di Masyarakat

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia & kemudian menimbulkan AIDS, virus ini menyerang sel Limfosit-T yang berfungsi sebagai salah satu sistem kekebalan tubuh manusia dengan menggunakan RNA sebagai molekul pembawa […]

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Akut Coronary Syndrom

Definisi Acute coronary syndromes menunjukan kepada beberapa kondisi. Kelompok ini terdiri dari: 1. Angina tidak stabil 2. Non ST Segment Elevasi Myocardial Infarction (NSTEMI) 3. ST Segment Elevasi Myocardial Infarction (STEMI) Proses penyakit terjadi karena: 1. Perdarahan dalam plaque. Plaque menyebabkan pembengkakan dan penurunan luas penampang lumen arteri. 2. Kontraksi otot polos pada dinding arteri. […]

Luka Bakar Selama Fase Rehabilitasi

Pengkajian Informasi mengenai tingkat pendidikan pasien, pekerjaan, kegiatan rekreasi, latar belakang budaya, agama dan interaksi keluarga harus didapat secara dini. Konsep-diri, status mental, respons emosional terhadap luka bakar serta perawatan dirumah sakit, tingkat fungsi intelektual, perawatan rumah sakit yang sebelumnya, respons terhadap rasa nyeri serta tindakan untuk meredakan nyeri dan pola tidur, juga merupakan komponen […]

Askep Maternitas Pada Pasien Dengan Ketuban Pecah Dini

1. Definisi Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan, dan ditunggu satu jam belum dimulainya tanda persalinan. Waktu sejak pecah ketuban sampai terjadi kontraksi rahim disebut “kejadian ketuban pecah dini” (periode laten) Kejadian ketuban pecah dini mendekati 10 % dari semua persalinan. Pada umur kehamilan kurang dari 34 minggu, kejadian sekitar […]

Asuhan Keperawatan Pada Atresia Ani (Anus Imperformata)

A. Definisi Atresia Ani berasal dari dari bahasa Yunani, artinya tidak ada, atresia artinya nutrisi atau makanan. Dalam istilah kedokteran atresia itu sendiri adalah keadaan tidak adanya atau tertutupnya lubang badan normal atau organ tubuler secara kongenital disebut juga clausura. Dengan kata lain tidak adanya lubang di tempat yang seharusnya atau buntutnya saluran atau rongga […]