Home» Arsip » patofisiologi fase laten

Ulasan tentang patofisiologi fase laten

Published on 31 August 2015 by INFOKEPERAWATAN.COM


INFOKEPERAWATAN.COM - Inilah ulasan lengkap tentang patofisiologi fase laten dan informasi lain yang berkaitan dengan patofisiologi fase laten.

Meskipun saat ini sangat banyak informasi tentang patofisiologi fase laten yang tersedia di internet, tetapi sebagian besarnya kurang jelas dan tidak cukup akurat.

Karena itulah, kami menyajikan informasi patofisiologi fase laten terlengkap sebagai rujukan untuk Anda. Kami berharap informasi yang kami sajikan berikut ini bermanfaat untuk Anda.

Gambaran Klinis Sifilis Laten

Stadium ini merupakan stadium asimtomatik dimana satu-satunya tanda klinis yang membuktikan adanya penyakit ini hanya serologis yang reaktif. Stadium laten dapat diinterupsi oleh relaps stadium sekunder atau berlanjut menjadi stadium tertier. Relaps biasanya terjadi pada 1 tahun pertama yang disebut stadium laten dini. Setelah 1 tahun disebut stadium laten lanjut dan biasanya relaps sangat jarang […]

Luka Bakar Selama Fase Rehabilitasi

Pengkajian Informasi mengenai tingkat pendidikan pasien, pekerjaan, kegiatan rekreasi, latar belakang budaya, agama dan interaksi keluarga harus didapat secara dini. Konsep-diri, status mental, respons emosional terhadap luka bakar serta perawatan dirumah sakit, tingkat fungsi intelektual, perawatan rumah sakit yang sebelumnya, respons terhadap rasa nyeri serta tindakan untuk meredakan nyeri dan pola tidur, juga merupakan komponen […]

Patofisiologi Luka Bakar

Luka bakar disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. Panas dapat dipindahkan lewat hantaran atau radiasi elektromagnetik. Luka bakar dapt dikelompokan menjadi luka bakar termal, radiasi atau kimia. Destruksi jaringan terjadi akibat kaogulasi, denaturasi protein atau ionisasi isi sel. Kulit dan mukosa saluran napas atas merupaka lokasi destruksi jaringan. Jaringan yang dalam, […]

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Penyakit Gout

Patofisiologi Hiperurisemia (konsentrasi asam urat dalam serum yang lebih besar dari 7,0 mg/dl [SI:0,4 mol/L) dapat (terapi tidak selalu) menyebabkan penumpukan kristal monosodium urat. Serangan gout tampaknya berhubungan dengan peningkatan atau penurunanan mendadak kadar asam urat serum. Kalau kristal urat mengendap dalam subuah sendi, respons inflamasi akan terjadi dan serangan gout dan dimulai. Dengan serangan […]

Patofisiologi Osteoartritis

Osteoartritis dapat dianggap sebagai hasil akhir banyak proses patologi yang menyatu menjadi suatu predisposisi penyakit yang menyeluruh. Osteoartritis mengenai kartilago artikuler, tulang subkondrium (lempeng tulang yang menyangga kartilago artikuler) serta sinovium, dan menyebabkan keadaan campuran dari proses degradasi, inflamasi serta perbaikan. Proses degeneratif dasar dalam sendi sudah di jelaskan sebelumnya dan di contohkan pada osteoartritis. […]

Tinjauan dan Patofisiologi Acquired Immunodeficiency Syndrome

Sindrom imunodefisiensi yang didapat (AIDS, Acquired Immunodeficiency Syndrome) diartikan sebagai bentuk paling berat dari keadaan sakit terus-menerus yang berkaitan dengan infeksi human immunodeficiency virus (HIV).  Selama bertahun-tahun, HIV diartikan sebagai HTLV III (human T-cell lymphotropic virus tipe III) dan virus yang berkaitan dengan limfadenopati (LAV; lymphadenophaty associated virus). Manifestasi infeksi HIV berkisar mulai dari kelainan […]

Fase Rehabilitasi Pada Perawatan Luka Bakar

Meskipun aspek jangka-panjang pada perawatan luka bakar dibicarakan paling akhir, namun proses rehabilitas harus dimulai segera sesudah terjadinya luka bakar-sama selama periode darurat. Dalam proses selanjutnya dari fase akut luka bakar, pasien akan semakin berfokus pada perubahan citra diri dan gaya hidup yang terjadi. Kesembuhan luka, dukungan psikososial dan pemulihan aktivitas fungsional yang maksimal tetap […]

Patofisiologi Cedera Kepala

Sebagian besar cedera otak tidak disebabkan oleh cedera langsung terhadap jaringan otak, tetapi terjadi sebagai akibat kekuatan luar yang membentur sisi luar tengkorak kepala atau dari gerakan otak itu sendiri dalam rongga tengkorak. Pada cedera deselerasi, kepala biasanya membentur suatu objek seperti kaca depan mobil, sehingga terjadi deselerasi tengkorak yang berlangsung tiba-tiba. Otak tetap bergerak […]

Diagnosis dan Sasaran Perawatan Luka Bakar Fase Akut

Diagnosis Keperawatan Berdasarkan data-data hasil pengkajian, diagnosis keperawatan dalam fase akut keperawatan luka bakar dapat mencakup keadaan berikut ini: a. Kelebihan volume cairan yang berhubungan dengan pemulihan kembali integritas kapiler dan perpindahan cairan dari ruang interstisial ke dalam intravaskuler. b. Risiko terhadap infeksi yang berhubungan dengan hilangnya barier kulit dan terganggunya respons imun. c. Perubahan […]

Perawatan Luka Bakar Selama Fase Darurat atau Resusitasi

Pengkajian Data-data hasil pengkajian yang didapat lewat petugas di luar rumah sakit (petugas penyelamat, seperti PPPK atau petugas gawat-darurat) harus dibagikan kepada perawat dan dokter pada klinik kedaruratan. Pengkajian keperawatan dalam fase darurat luka bakar berfokus pada prioritas utama bagi setiap pasien trauma dengan harus dibagikan kepada perawat dan dokter pada klinik kedaruratan. Pengkajian keperawatan […]

Siklus Jantung

Setiap siklus jantung terdiri dari urutan peristiwa listrik dan mekanik yang saling terkait. Rangsang listrik dihasilkan dari beda potensial ion antar sel yang selanjutnya akan merangsang otot untuk berkontraksi dan relaksasi. Kelistrikan jantung merupakan hasil dari aktivitas ion-ion yang melewati membran sel jantung. Aktivitas ion tersebut disebut sebagai potensial aksi. Mekanisme potensial aksi terdiri dari […]

Perawatan Luka Bakar Selama Fase Akut

Pengkajian Pengkajian yang berkesinambungan terhadap pasien luka bakar selama minggu-minggu pertama sesudah terjadinya luka bakar terfokus pada berbagai perubahan hemodinamika, proses kesembuhan luka, rasa nyeri dan respons psikososial serta deteksi dini komplikasi. Pengkajian terhadap status respirasi dan cairan tetap merupakan prioritas paling utama untuk mendeteksi komplikasi potensial. Tanda-tanda vital harus diukur dengan sering. Pengkajian yang […]

Hipertensi dan Faktor Penyebabnya

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Penulisan tekanan darah seperti 110/70 mmHg adalah didasarkan pada dua fase dalam setiap denyut jantung. Nilai yang lebih tinggi (sistolik) menunjukkan fase darah yang sedang […]

Patofisiologi dan Penatalaksanaan Defisiensi sel-T

Hilangnya fungsi sel-T biasanya disertai dengan hilangnya sebagian aktifitas sel-B karena peranan regulasi yang dilaksanakan oleh sel-T dalam system imun. Status sel T dapat dievaluasi lewat hitung lifosit darah tepi. Limfo penia dapat menandakan defisit sel-T. Sel-T merupakan 65% hingga 85% dari total limfosit dalam darah tepi. Evaluasi untuk mengetahui apakah sel T mampu memproduksi […]

Patofisiologi dan Manifestasi Klinis Penyakit Sistemik Lupus Eritematosus

Penyakit sitemik lupus eritematosus (SLE) tampaknya terjadi akibat terganggunya regulasi kekebalan yang menyebabkan peningkatan autoantibodi yang berlebihan. Gangguan imunoregulasi ini ditimbulkan oleh kombinasi antara faktor-faktor genetik, hormonal (sebagaimana terbukti oleh awitan penyakit yang biasanya terjadi selama usia reproduktif) dan lingkungan (cahaya matahari, luka bakar termal). Obat-obat tertentu seperti hidralazin (Apresoline), prokainamid  (Pronestyl), isoniazid, klorpromazin dan […]

Perawatan Luka Bakar Di Tempat Kejadian

Fase Darurat/ Resusitasi Perawatan Luka Bakar Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, patofisiologi dan penatalaksanaan luka bakar dapat dibagi menjadi tiga fase. Meskipun terdapat prioritas bagi setiap fase, namun harus diingat bahwa semua fase ini saling overlap sehingga penilaian dan penatalaksanaan masalah serta komplikasi yang spesifik tidak terbatas pada masing-masing fase tetapi harus dilaksanakan di seluruh proses perawatan […]

Askep Ibu dengan Letak Sungsang

A. Pengertian Letak sungsang adalah letak memanjang dengan bokong sebagai bagian yang terendah (presentase bokong). Letak sungsang dibagi sebagai berikut : 1. Letak sungsang murni yaitu bokong saja yang menjadi bagian depan sedangkan kedua tungkai lurus keatas. 2. Letak bokong kaki 3. Letak lutut 4. Letak kaki Frekuensi letak sungsang murni lebih tinggi pada kehamilan […]

Herpes zoster atau Dampa

Herpes zoster adalah penyakit setempat yang terjadi terutama pada orang tua yang khas ditandai oleh adanya nyeri radikuler yang unilateral serta adanya erupsi vesikuler yang terbatas pada dermatom yang diinervasi oleh serabut saraf spinal maupun ganglion serabut saraf sensoris dari nervus cranialis. Herpes zoster rupanya menggambarkan reaktivasi dari refleksi endogen yang telah menetap dalam bentuk […]

Askep Maternitas Pada Pasien Dengan Ketuban Pecah Dini

1. Definisi Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan, dan ditunggu satu jam belum dimulainya tanda persalinan. Waktu sejak pecah ketuban sampai terjadi kontraksi rahim disebut “kejadian ketuban pecah dini” (periode laten) Kejadian ketuban pecah dini mendekati 10 % dari semua persalinan. Pada umur kehamilan kurang dari 34 minggu, kejadian sekitar […]

Partograf, Alat Pencatatan Persalinan

Partograf adalah alat pencatatan persalinan, untuk menilai keadaan ibu, janin dan seluruh proses persalinan. Partograf digunakan untuk mendeteksi jika ada penyimpangan / masalah dari persalinan, sehingga menjadi partus abnormal dan memerlukan tindakan bantuan lain untuk menyelesaikan persalinan. Partograf merupakan lembaran form dengan berbagai grafik dan kode yang menggambarkan berbagai parameter untuk menilai kemajuan persalinan. Gambaran […]