Asuhan Keperawatan Pasien Diare Infeksius

Proses keperawatan pasien diare infeksius Elemen paling penting dari pengkajian pada pasien diare adalah menentukan status hidrasi. Tujuan rehidrasi adalah untuk mengoreksi tingkat dehidrasi. Pengkajian meliputi evaluasi untuk
[Selengkapnya...]

Pasien Bedah Rekonstruktif Fasial

Wajah merupakan bagian tubuh yang oleh setiap orang didambakan untuk berada dalam keadaan sebaik mungkin atau untuk disempurnakan lagi karena sebagian besar interaksi manusia melibatkan wajah. Kalau wajah
[Selengkapnya...]

Lapisan dan Jaringan Bawah Kulit

Persambungan (junction) epidermis dan dermis adalah daerah dengan banyak penonjolan (undulasi) serta alur yang dinamakan rete ridges. Daerah pertemuan ini mengikat epidermis pada dermis dan memungkinkan pertukaran bebas
[Selengkapnya...]

Dermabrasi Atau Penyerutan Kulit

Dermabrasi (penyerutan kulit) adalah suatu bentuk abrasi kulit yang digunakan untuk mengoreksi pembentukan parut karena akne, penuaan dan kerusakan kulit akibat matahari. Alat yang khusus (sikat kawat yang
[Selengkapnya...]

Penyakit Tipes dan Gejalanya

TIPES dan tifus adalah penyakit yang berbeda, tapi selama ini banyak orang menganggapnya sama. Sebenarnya apa perbedaan dan bagaimana menanganinya? Menurut spesialis penyakit tropis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
[Selengkapnya...]

Mengenal Anatomi dan Fisiologi Mata

Mata adalah organ penglihatan. Suatu struktur yang sangat khusus dan kompleks, menerima dan mengirimkan data ke korteks serebral. Seluruh lobus otak, lobus oksipital, ditujukan khusus untuk menerjemahkan citra
[Selengkapnya...]

Diagnosis dan Penata Laksanaan Penyakit AIDS

Diagnosis penyakit AIDS    Manifestasi infeksi HIV memperlihatkan keragaman. Diagnose didasarkan pada riwayat klinis, identifikasi factor risiko, pemeriksaan fisik, bukti laboratorium yang menunjukkan disfungsi kekebalan, identifikasi antibody HIV,
[Selengkapnya...]

Asuhan Keperawatan Pasien dengan Diare

DEFINISI Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengan padat, dapat disertai frekuensi
[Selengkapnya...]